Ikonkata-Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara telah memeriksa sebanyak 2.656 hewan kurban di 32 Tempat Penampungan Hewan Kurban (TPHK) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular strategis sekaligus memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar kelayakan.
“Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan kurban dan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” ujar Novy, Senin (18/5).
Dari total hewan yang diperiksa, terdiri atas 1.876 ekor sapi, 685 ekor kambing, dan 95 ekor domba. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh mulai dari dokumen asal hewan, kondisi kesehatan, hingga kesesuaian syarat hewan untuk dikurbankan.
Novy menjelaskan, Kecamatan Cilincing menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 1.594 ekor yang tersebar di 17 lokasi penampungan. Sementara di Kecamatan Pademangan terdapat enam TPHK dengan total 454 hewan kurban.
Kemudian, Kecamatan Koja memiliki tiga lokasi penampungan dengan total 324 hewan, Kecamatan Tanjung Priok lima lokasi dengan 247 hewan, serta Kecamatan Kelapa Gading empat lokasi dengan total 37 hewan kurban.
“Untuk Kecamatan Penjaringan hingga saat ini belum tercatat adanya lokasi penampungan hewan kurban. Kegiatan pemeriksaan masih terus berjalan dan jumlah hewan yang diperiksa diperkirakan akan terus bertambah,” katanya.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan tujuh hewan dalam kondisi sakit dan dua hewan yang belum memenuhi syarat umur untuk dikurbankan.
“Hewan yang ditemukan sakit maupun belum cukup umur telah diberikan penanganan dan imbauan kepada pemilik agar tidak diperjualbelikan sebelum memenuhi ketentuan,” ungkap Novy.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di lokasi penampungan yang telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas.
Ia juga meminta para pedagang menjaga kebersihan lingkungan penampungan, memperhatikan kondisi kesehatan hewan selama masa penjualan, serta tidak menggunakan fasilitas umum sebagai tempat berjualan.
“Kami mengajak masyarakat lebih teliti memilih hewan kurban dan membeli di tempat yang telah mendapatkan pengawasan kesehatan dari petugas,” ujar Fredy.
Fredy berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan lancar sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman.
“InsyaAllah, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara juga akan dilaksanakan salat Iduladha bersama serta pemotongan hewan kurban yang hasilnya dibagikan kepada mustahik,” tandasnya.

















