Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong pengembangan bakat, kreativitas, dan karakter generasi muda melalui ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta di Luwu Timur untuk menyalurkan kemampuan di bidang seni dan sastra, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
Mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, FLS3N diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni, kreativitas, serta jiwa sportivitas.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni, rasa percaya diri, semangat sportivitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Asisten III Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar.
Ia menilai FLS3N bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa di bidang non-akademik.
Karena itu, para peserta diharapkan mampu menjadikan ajang tersebut sebagai pengalaman belajar untuk mengasah kemampuan, memperluas relasi, serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kalian mampu menunjukkan semangat, disiplin, serta kerja keras,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Umum FLS3N, Irmal Gunawan. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah penting untuk menggali potensi siswa yang selama ini lebih banyak terfokus pada capaian akademik.
“Ajang ini sangat luar biasa dan tepat untuk menyeleksi berbagai bakat anak. Selama ini kita lebih banyak berpikir akademik, padahal kemampuan non-akademik juga perlu diasah dan dikembangkan,” ungkap Irmal.
Ia berharap melalui FLS3N tingkat kabupaten dapat lahir siswa-siswi berprestasi yang nantinya mampu membawa nama baik Luwu Timur hingga tingkat provinsi dan nasional.
Adapun FLS3N tingkat Kabupaten Luwu Timur tahun 2026 berlangsung selama dua hari, mulai 19 hingga 20 Mei, dengan mempertandingkan delapan cabang lomba, yakni ansambel musik, musik tradisional, mendongeng, ilustrasi, menulis cerita, tari kreasi, menyanyi solo, dan pantomim.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar, mewakili Bupati Luwu Timur. Hadir pula perwakilan Disdikbud, pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru pendamping SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur. (Red).









