Karhutla Meluas, BNPB Catat Lahan Terbakar di Sejumlah Daerah

BNPB melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi, Bangka Belitung, dan Jawa Tengah. Enam provinsi masih menjadi prioritas penanganan karhutla.

Ikonkata-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode 28–29 September 2026.

Di Sulawesi Barat, karhutla terjadi di Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (29/9). BPBD bersama unsur terkait berhasil memadamkan api yang membakar sekitar 3 hektare lahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

banner 970x250

Karhutla juga terjadi di Desa Pampalu, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Api mulai terpantau sekitar pukul 10.00 WITA dan hingga Selasa petang masih dalam penanganan petugas gabungan.

Angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 7 hektare dan tidak ada laporan korban jiwa.

Sementara itu, karhutla di Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, telah berhasil dipadamkan pada Selasa (29/9). Kejadian yang dilaporkan kepada BNPB pada Senin (28/9) tersebut menghanguskan sekitar 19,92 hektare lahan.

Di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla di Kelurahan Temperan, Kecamatan Bukit Intan, juga berhasil dipadamkan. Kebakaran yang terjadi Senin (28/9) tersebut berdampak pada sekitar 5 hektare lahan.

Karhutla lainnya terjadi di Desa Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Api yang teridentifikasi di sekitar Perum Griya Ungaran pada Senin (28/9) berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Selasa. Sekitar 1 hektare lahan terdampak.

Di luar wilayah tersebut, BNPB masih melakukan pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Penanganan dilakukan pemerintah daerah dengan dukungan BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait.

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau.

Pemantauan BNPB menunjukkan sejumlah wilayah, khususnya di sebagian besar Sulawesi dan Jawa, masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar pada lapisan atas permukaan tanah.

Masyarakat diminta ikut mengawasi kondisi lingkungan dan segera melaporkan potensi kebakaran kepada petugas berwenang atau BPBD.

BNPB juga menekankan pentingnya penanganan sejak dini untuk mencegah api meluas. Pengendalian lebih awal dinilai dapat memperkecil dampak kebakaran dan risiko asap terhadap masyarakat.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *