Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Maros memfasilitasi keluarga almarhum Valenth Alexie Tamboto (24), warga Maros yang diduga menjadi korban pembunuhan di Armenia, untuk menemui anggota DPR RI di Jakarta.
Adik Valenth, Arnold Tamboto, bersama Bupati Maros Chaidir Syam bertemu anggota Komisi IX DPR RI Uya Kuya dan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi, di ruang Fraksi PAN DPR RI, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan kasus yang menimpa Valenth sekaligus upaya pemulangan jenazah ke Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Uya Kuya langsung menghubungi pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai penanganan kasus dan proses pemulangan jenazah.
“Dari komunikasi tersebut, Kemenlu sudah berkoordinasi dengan pihak konsuler di Armenia terkait proses pemulangan jenazah Valenth,” kata Chaidir.
Menurut Chaidir, Kemenlu memastikan akan membantu mengupayakan proses pemulangan jenazah Valenth ke Indonesia.
Namun, proses tersebut masih menunggu penanganan aparat kepolisian Armenia. Sejumlah dokumen administrasi milik almarhum, termasuk paspor, masih berada di tangan kepolisian setempat.
“Jadi kita masih menunggu prosesnya, apalagi ini merupakan kasus kriminal sehingga negara harus hadir,” ujarnya.
Chaidir mengatakan Pemkab Maros akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan secepat mungkin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uya Kuya dan Ashabul Kahfi yang turut memberikan perhatian serta dukungan dalam mengawal kasus tersebut.
“Ini persoalan kemanusiaan. Kami dari Pemkab Maros akan terus mengawal kasus ini sampai jenazah Valenth dapat kembali ke Maros dan dimakamkan di kampung halamannya,” tegas Chaidir.
Pemkab Maros berharap koordinasi lintas lembaga tersebut dapat mempercepat proses administrasi dan pemulangan jenazah Valenth ke keluarga di Maros.

















