Ikonkata-Tim Brigade Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Sintang Timur menuntaskan proses pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan belakang Pasar Sayur Masuka, Jalan Lingkar Tugu Jam, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (20/8/2026).
Kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut diperkirakan melanda area seluas kurang lebih satu hektare. Sebanyak 15 personel diterjunkan untuk memastikan titik-titik api benar-benar padam dan tidak kembali membesar.
Operasi pendinginan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pemadaman yang dilakukan sehari sebelumnya. Lokasi kebakaran berstatus Area Penggunaan Lain (APL) dan merupakan lahan gambut yang ditanami sawit milik warga.
Pada hari yang sama, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi karhutla di Desa Anggah Jaya. Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi penanganan karhutla sebelumnya.
Tim DLHK Kalbar dalam peninjauan tersebut didampingi Kepala UPT KPH Wilayah Sintang Timur dan Kepala Seksi PPM. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla.
Luasan Karhutla Sintang 139,82 Hektare
Kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla juga diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla 2026 yang digelar di Kantor UPT KPH Wilayah Sintang Utara, Kamis (20/8/2026).
Rakor tersebut digelar lintas sektor untuk mengantisipasi puncak musim kemarau dan potensi cuaca ekstrem El Nino.
Mewakili Kepala Dinas LHK Kalimantan Barat, Kepala UPT KPH Wilayah Sintang Utara membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arahan strategis Kepala Dinas LHK Kalbar, Ir. H. Adi Yani, M.H.
Dalam arahannya, Adi Yani mengapresiasi kerja tim gabungan di lapangan yang dinilai berhasil menekan luasan karhutla di Kabupaten Sintang.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional (SIPONGI) hingga pertengahan Agustus 2026, luas area terdampak karhutla di Kabupaten Sintang tercatat sekitar 139,82 hektare.
Angka tersebut relatif kecil dibandingkan total luas area terdampak karhutla di Kalimantan Barat yang mencapai 38.310,89 hektare.
Meski kondisi di Sintang dinilai masih terkendali, pemerintah mengingatkan agar seluruh pihak tidak mengurangi kewaspadaan.
“Pencapaian ini tidak datang dengan sendirinya, melainkan bukti bahwa deteksi dini dan upaya pemadaman berjalan efektif. Namun, kita tidak boleh lengah sedikit pun, mengingat Sintang memiliki kawasan bentang alam luas yang menyangkut kawasan perbatasan negara,” tegas Kepala KPH Sintang Utara saat membacakan pesan Kepala Dinas LHK Kalbar.
Penguatan deteksi dini, koordinasi lintas sektor dan respons cepat menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menghadapi potensi peningkatan karhutla selama musim kemarau.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut dan kawasan hutan yang rentan terbakar.









