Ikonkata-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai upaya memperkuat layanan informasi cuaca dan sistem peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah selatan Pulau Jawa hingga perairan Samudra Hindia.
Peresmian dilakukan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, bersama Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, serta dihadiri jajaran BMKG, unsur pemerintah daerah, dan perwakilan legislatif, Kamis.
Kepala BMKG mengatakan radar cuaca merupakan instrumen utama dalam sistem observasi atmosfer yang berfungsi memantau pertumbuhan awan hujan, intensitas curah hujan, pergerakan sistem cuaca, hingga perkembangan awan konvektif yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Menurut Faisal, keberadaan Radar Cuaca S-Band di Cilacap akan meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah dan kawasan utara Samudra Hindia.
“Radar ini diharapkan mampu menghadirkan informasi cuaca yang lebih cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Selain meningkatkan akurasi prakiraan cuaca, radar tersebut juga akan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi, termasuk mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ketika dibutuhkan.
BMKG menilai wilayah selatan Pulau Jawa membutuhkan sistem pemantauan atmosfer yang lebih rinci mengingat kawasan tersebut kerap menghadapi ancaman cuaca ekstrem, longsor, hingga gelombang tinggi.
Radar baru ini juga akan memperkuat pemantauan kondisi cuaca di Samudra Hindia, termasuk mendeteksi potensi bibit siklon tropis yang dapat memengaruhi wilayah Indonesia bagian selatan.
Menurut Faisal, pengalaman menghadapi siklon tropis seperti Seroja, Cempaka, dan Dahlia menunjukkan pentingnya sistem peringatan dini yang didukung teknologi observasi cuaca beresolusi tinggi.
Di sektor maritim, keberadaan radar diharapkan meningkatkan keselamatan aktivitas pelayaran, perikanan, industri, dan masyarakat pesisir yang bergantung pada informasi cuaca.
Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menyambut baik pengoperasian Radar Cuaca S-Band di wilayahnya. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Cilacap memiliki kawasan pesisir, pelabuhan, industri, pertanian, hingga wilayah perbukitan. Informasi cuaca yang akurat menjadi kebutuhan penting untuk mendukung keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Cilacap siap memperkuat sinergi dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam pemanfaatan data meteorologi untuk mendukung mitigasi bencana.
Radar Cuaca S-Band Cilacap merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2), hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis dalam memperkuat sistem observasi meteorologi maritim nasional.
Melalui proyek tersebut, BMKG telah membangun lima radar cuaca baru, terdiri atas empat radar S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta satu radar C-Band di Tangerang.
Secara nasional, BMKG menargetkan penguatan jaringan radar cuaca untuk meningkatkan cakupan layanan observasi atmosfer. Dari kebutuhan sekitar 75 radar cuaca di seluruh Indonesia, saat ini telah beroperasi 45 unit dan jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap guna memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

















