PDAM Makassar Klaim Distribusi Air Mulai Pulih, Fokus Benahi Wilayah Utara

Pengerukan saluran air baku, perbaikan pompa Intake Manggala, hingga penguatan jaringan distribusi mulai mengembalikan pasokan air ke kawasan yang sebelumnya terdampak krisis.

Ikonkata-Krisis air bersih yang dalam beberapa bulan terakhir melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Perumda Air Minum (PDAM) Makassar mengklaim distribusi air telah kembali mengalir di sejumlah kawasan setelah serangkaian pekerjaan perbaikan infrastruktur dilakukan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum, mengatakan persoalan distribusi menjadi tantangan pertama yang dihadapinya saat dipercaya memimpin perusahaan.

banner 970x250

Alih-alih menyalahkan menurunnya debit air baku, PDAM memilih menelusuri langsung jalur pasokan air dari Lekopancing menuju instalasi pengolahan di Panaikang untuk mencari penyebab utama gangguan layanan.

Hasilnya, ditemukan sedimentasi yang cukup parah di saluran air baku. Di sejumlah titik, pendangkalan mencapai sekitar tiga meter dan disebut belum pernah dinormalisasi selama puluhan tahun.

“Kami menemukan saluran mengalami pendangkalan cukup berat. Setelah pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai meningkat dan berdampak pada produksi air bersih,” kata Andi Syahrum, Selasa (21/7/2026).

Selain normalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki Pompa Intake Manggala yang sebelumnya tidak beroperasi sejak Oktober 2025. Perbaikan pompa beserta sistem kelistrikannya disebut berhasil meningkatkan pasokan air baku menuju instalasi pengolahan.

PDAM juga memperkuat jaringan distribusi dengan menyambungkan pipa dari kawasan Maccini Sombala menuju Tallo. Jalur tersebut diproyeksikan memperbaiki pelayanan air bersih di wilayah utara Makassar yang selama ini menjadi salah satu kawasan paling sering mengalami gangguan distribusi.

Menurut Andi Syahrum, kapasitas produksi akan semakin meningkat apabila debit air dari Sungai Moncongloe dapat dipertahankan di kisaran 600 liter per detik.

Ia juga membantah informasi yang menyebut cadangan air PDAM hanya mampu bertahan selama 30 hari. Menurutnya, sumber air baku berasal dari sungai sehingga ketersediaannya dipantau secara berkala, bukan bergantung pada stok yang tersimpan.

Menghadapi potensi kemarau panjang, PDAM menyiapkan 14 unit mobil tangki untuk memasok air bersih ke pelanggan yang mengalami gangguan layanan. Armada tambahan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemadam kebakaran juga disiapkan apabila kondisi darurat terjadi.

Pengerukan saluran air baku hingga kini masih berlangsung. Pekerjaan dilakukan sepanjang sekitar 15 kilometer menuju kawasan Manggala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pasokan dan memperluas pemerataan distribusi air bersih di Kota Makassar.

Perbaikan tersebut mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah menyebut distribusi air di beberapa kawasan yang sebelumnya kerap mengalami gangguan kini berangsur membaik, meski pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan layanan kembali stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *