DPRD Makassar Dorong Kolaborasi Cegah Narkoba di Kalangan Generasi Muda

Pemerintah daerah menilai pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus diperkuat melalui peran keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Ikonkata-Upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan VII yang digelar DPRD Kota Makassar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Senin (20/7/2027).

Mengangkat tema “Peran Pemerintah untuk Menjaga Kualitas Generasi Muda Jauh dari Lingkungan Bahaya dan Peredaran Narkoba di Kota Makassar”, forum tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Makassar Muhammad Nasir Rurung, bersama narasumber Alifian Mudhary dan Dedy Kurniawan.

banner 970x250

Dalam pemaparannya, Muhammad Nasir Rurung menegaskan penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda sehingga membutuhkan langkah pencegahan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab membangun sistem pencegahan melalui edukasi, penguatan peran keluarga, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Melindungi generasi muda dari bahaya narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujar Nasir.

Sementara itu, Alifian Mudhary menilai keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Pembinaan karakter, pengawasan orang tua, serta pendidikan sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting agar anak dan remaja tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memiliki kepedulian saling mengingatkan serta berani melaporkan dugaan penyalahgunaan narkoba melalui mekanisme yang tersedia.

Di sisi lain, Dedy Kurniawan mengingatkan bahwa pola peredaran narkoba terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan media sosial. Karena itu, masyarakat dituntut lebih waspada terhadap berbagai modus yang kini banyak menyasar kalangan pelajar dan pemuda.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas menjadi kunci untuk memperkuat upaya pencegahan secara menyeluruh.

Diskusi yang dipandu moderator Mukbil M. Nur berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menanyakan langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar tanpa membahayakan keselamatan diri.

Para narasumber menyarankan masyarakat menggunakan jalur pelaporan resmi kepada aparat berwenang dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Mereka juga menekankan pentingnya memperbanyak ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan olahraga, seni, kewirausahaan, dan aktivitas positif lainnya sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *