Ikonkata-Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla memberikan motivasi kepada ratusan siswa dan siswi baru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Provinsi Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut, JK menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan keterampilan kerja sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pesan itu disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan wejangan kepada para pelajar di Balai Raya Semarak, Rumah Jabatan Gubernur Bengkulu, Selasa (21/07/2026).
Di hadapan para siswa, JK mengatakan manusia diberikan Allah SWT dua modal utama untuk meraih kehidupan yang lebih baik, yakni kemampuan berpikir melalui otak dan kemampuan bekerja melalui tangan.
> “Allah memberikan kita masa depan untuk mencari ilmu dan rezeki. Dua hal itu adalah otak dan otot, tangan. Otak memberikan kecerdasan dan ilmu, sedangkan tangan memberikan kemampuan untuk bekerja, menciptakan sesuatu,” ujar Jusuf Kalla.
Menurut JK, prinsip tersebut menjadi salah satu filosofi pendidikan SMK, yaitu tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga melatih keterampilan agar mampu menghasilkan karya dan siap memasuki dunia kerja.
“SMK itu melatih otak dan melatih tangan. Untuk menciptakan sesuatu, untuk bekerja sesuatu. Karena rezeki kehidupan hanya bisa diperoleh kalau kita bekerja dengan baik, dan bekerja dengan baik harus ada ilmunya,” katanya.
Dalam dialog bersama para siswa, JK mencontohkan sejumlah jurusan yang ada di SMK. Kepada siswa jurusan pelayaran, ia menjelaskan bahwa pekerjaan di laut membutuhkan perpaduan antara kemampuan berpikir dan keterampilan fisik.
“Kalau berlayar, tangan saja tidak cukup. Tanpa otak, bisa hilang di lautan. Tapi kalau hanya punya otak tanpa kemampuan bekerja, kapal juga tidak bisa dijalankan,” ungkapnya.
Sementara kepada siswa jurusan manajemen perkantoran, JK mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi karena hampir seluruh aktivitas pekerjaan saat ini menggunakan komputer.
“Sekarang kantor semua menggunakan laptop. Dibutuhkan kemampuan menulis, membuat surat, dan mengelola pekerjaan. Semua membutuhkan otak dan tangan,” tuturnya.
Kepada siswa jurusan akuntansi, JK menekankan bahwa kemampuan mengolah data harus disertai dengan kejujuran. Menurutnya, keahlian akuntansi tanpa integritas dapat menimbulkan masalah dalam pengelolaan keuangan.
“Akuntansi membutuhkan kemampuan membaca, mengolah data, dan yang paling penting adalah kejujuran,” kata JK.
Selain itu, JK juga memberikan motivasi kepada siswa jurusan teknik kendaraan ringan agar terus meningkatkan kemampuan karena kebutuhan tenaga ahli otomotif akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan.
“Kita membutuhkan orang yang bisa memperbaiki mobil. Tingkatkan pengetahuan dan kemampuan bekerja dengan tangan. Nanti bisa bekerja di perusahaan besar atau membuka bengkel sendiri,” ujarnya.
Kepada siswa jurusan penangkapan ikan, JK mengingatkan pentingnya sektor perikanan bagi kehidupan masyarakat. Ia mengatakan ikan merupakan sumber protein yang dibutuhkan manusia, sehingga keahlian di bidang kelautan memiliki peran penting.
“Dibutuhkan otak untuk mengetahui lokasi ikan dan dibutuhkan keterampilan untuk menangkapnya,” kata JK.
Di akhir pesannya, JK meminta para siswa SMK untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar. Ia mengajak mereka membangun kedisiplinan, rajin bekerja, serta terus mengembangkan kemampuan.
“Kamu harus bekerja, belajar, rajin, melatih otak dan melatih tangan. Insya Allah kamu akan berhasil. Rezeki Allah ada di situ,” ujar JK.
JK juga mengingatkan agar para siswa memiliki semangat terbuka dalam mencari peluang kerja dan tidak membatasi diri hanya pada satu daerah.
“Allah memberikan kaki untuk berjalan, artinya kamu bisa berkeliling. Jangan hanya berpikir bekerja di satu tempat. Kamu bisa bekerja di mana saja,” tutupnya.(*)









