BPOM dan WHO Indonesia Perkuat Kerja Sama, Fokus Tingkatkan Pengawasan Obat dan Kesehatan Nasional

Kolaborasi tersebut menjadi kelanjutan kemitraan BPOM dan WHO Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2020 dalam mendukung penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.

Ikonkata-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama World Health Organization (WHO) Indonesia kembali memperkuat kerja sama strategis dalam mendukung penguatan sistem kesehatan nasional melalui penandatanganan Grant Agreement dan penyusunan Joint Work Plan (JWP) Biennium 2026–2027.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Kepala BPOM Taruna Ikrar bersama WHO Representative to Indonesia N. Paranietharan secara desk-to-desk pada Rabu (6/5/2026) lalu.

banner 970x250

Kolaborasi tersebut menjadi kelanjutan kemitraan BPOM dan WHO Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2020 dalam mendukung penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia.

Pada periode Biennium 2026–2027, nilai hibah yang disepakati mencapai USD 997.853 atau sekitar Rp17 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung 63 kegiatan lintas unit kerja BPOM, mulai dari bidang standardisasi, pengawasan, hingga laboratorium.

Program kerja yang dijalankan mencakup capacity building, policy dialogue, expert support, hingga technical assistance.

Sementara ruang lingkup kerja sama difokuskan pada penguatan sistem kesehatan, peningkatan kesehatan masyarakat, pengendalian penyakit menular dan imunisasi, serta kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan kesehatan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPOM sekaligus menyelaraskan kebijakan nasional dengan standar internasional.

“Kerja sama antara BPOM dan WHO Indonesia tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga memperkuat harmonisasi kebijakan dengan standar dunia serta mendukung komitmen BPOM dalam memastikan pengawasan obat dan makanan yang efektif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kapasitas BPOM sebagai WHO-Listed Authority untuk vaksin agar Indonesia terus memiliki sistem pengawasan yang kredibel di tingkat global.

Sementara itu, Perwakilan WHO Indonesia, Phoubandith Soulivong, menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan yang selama ini terjalin dengan BPOM.

Menurutnya, BPOM menjadi salah satu mitra strategis WHO Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kerja sama BPOM dan WHO Indonesia merupakan salah satu kerja sama penting bagi kami. Kami berharap kolaborasi Biennium 2026–2027 ini semakin memperkuat sinergi yang telah terjalin dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, BPOM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan yang efektif, adaptif, dan berdaya saing guna mendukung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *