Laba PDAM Makassar Tembus Rp17,3 Miliar, Dua Kali Lipat Target Tahunan

Baru tujuh bulan berjalan, laba Perumda Air Minum Makassar sudah melampaui target Rp8,4 miliar. Manajemen menyebut efisiensi belanja dan peningkatan produktivitas mulai menunjukkan hasil.

Ikonkata-Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat perkembangan positif sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, laba perusahaan telah mencapai Rp17,3 miliar, lebih dari dua kali lipat target laba tahunan yang dipatok sebesar Rp8,4 miliar.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa pembenahan kinerja perusahaan mulai memberikan hasil. Menariknya, angka laba hingga Juli 2026 bahkan telah menyamai laba yang dibukukan perusahaan sepanjang 2025, sementara tahun berjalan masih menyisakan sekitar lima bulan.

banner 970x250

Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Wirda Fauzah, mengatakan laba perusahaan sebelumnya telah mencapai Rp15,9 miliar pada Juni 2026 atau sekitar 188,8 persen dari target tahunan.

Memasuki akhir Juli, angka tersebut kembali meningkat menjadi Rp17,3 miliar.

“Kalau melihat capaian sampai saat ini, secara pesimistis saja sampai akhir tahun laba perusahaan bisa mencapai sekitar Rp20 miliar,” kata Wirda.

Efisiensi Mulai Berbuah

Menurut Wirda, peningkatan laba tidak terjadi secara tiba-tiba. Salah satu kuncinya adalah pengendalian belanja yang dilakukan bersamaan dengan peningkatan efektivitas operasional perusahaan.

Jajaran direksi, pejabat struktural hingga staf didorong untuk memastikan setiap pengeluaran benar-benar berkaitan dengan kebutuhan usaha dan mendukung peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

“Efisiensi belanja dan rasio pegawai menjadi bagian yang sangat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan saat ini. Di sisi lain, belanja perusahaan juga kami arahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan perubahan cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, laba perusahaan baru berada di kisaran Rp1,8 miliar. Hingga Desember 2025, laba kemudian mencapai Rp17,3 miliar.

Kini, angka yang sama sudah kembali dicapai hanya sampai Juli 2026.

Bagi manajemen, kondisi tersebut menjadi ruang untuk menjaga perusahaan tetap sehat secara finansial tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai penyedia layanan air bersih bagi masyarakat.

Pembenahan juga diarahkan pada peningkatan efektivitas produksi dan produktivitas sumber daya manusia. Sejumlah persoalan operasional dan pelayanan yang selama ini menjadi tantangan terus dibenahi secara bertahap.

Manajemen berupaya menjaga agar efisiensi tidak sekadar berarti memangkas pengeluaran. Sebaliknya, belanja diarahkan pada kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan operasional dan kualitas pelayanan.

Dengan kinerja keuangan yang semakin sehat, ruang perusahaan untuk memperkuat operasional dan pelayanan juga semakin terbuka.

Jika tren positif tersebut mampu dipertahankan hingga akhir tahun, laba Perumda Air Minum Makassar berpotensi mencapai sekitar Rp20 miliar. Capaian itu juga berpeluang memperbesar kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen kepada Pemerintah Kota Makassar.

Namun, manajemen tetap perlu menjaga ritme kinerja hingga akhir tahun. Proyeksi Rp20 miliar bukan angka otomatis, melainkan bergantung pada kemampuan mempertahankan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas operasional.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *