Ikonkata-Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, menyebut event sport tourism terbesar di Indonesia Timur tersebut berhasil mendorong tingkat hunian hotel, kunjungan restoran, hingga perputaran ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
Menurut Anggiat, event berskala nasional maupun internasional menjadi salah satu faktor utama penggerak industri perhotelan dan restoran di suatu daerah.
“Makassar Half Marathon yang kini menjadi agenda sport tourism tahunan merupakan event yang sangat ditunggu industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar. Event ini terbukti memberikan dampak nyata terhadap peningkatan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi kuliner,” ujarnya.
PHRI Sulsel mencatat hampir seluruh hotel di kawasan pantai dan pusat kota mengalami lonjakan tingkat hunian selama periode MHM berlangsung. Bahkan sejumlah hotel dilaporkan penuh akibat tingginya jumlah peserta dari luar daerah hingga mancanegara.
Tak hanya hotel berbintang, dampak ekonomi juga dirasakan hotel non-bintang, pelaku UMKM, hingga sektor kuliner lokal.
“Artinya efek ekonomi yang ditimbulkan benar-benar dirasakan secara luas oleh pelaku industri pariwisata dan masyarakat,” kata Anggiat.
Ia menjelaskan, tingginya antusiasme peserta membuat kebutuhan akomodasi meningkat signifikan, termasuk dari warga Makassar sendiri yang memilih menginap di hotel sekitar area lomba demi kemudahan akses saat race berlangsung.
“Dengan euforia yang begitu tinggi dan race dimulai sejak subuh, banyak peserta lokal juga memilih menginap di hotel dekat area start dan finish,” jelasnya.
PHRI Sulsel optimistis Makassar Half Marathon 2026 mampu meningkatkan occupancy hotel hingga 10 sampai 15 persen.
“Kami optimis event ini mampu memberikan peningkatan okupansi hotel sebesar 10–15 persen, dan itu sangat luar biasa bagi industri perhotelan di Makassar,” tegasnya.
Tak hanya berdampak secara ekonomi, MHM juga dinilai menjadi sarana promosi efektif bagi Kota Makassar di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan ribuan peserta yang datang dan membagikan pengalaman mereka di media sosial, citra Makassar sebagai kota sport tourism dan gaya hidup sehat dinilai semakin kuat.
“Hampir 12 ribu peserta akan menciptakan konten tentang Makassar. Nilai promosi seperti ini tidak bisa diukur hanya dengan angka karena ikut membangun image positif Kota Makassar,” tutup Anggiat.
Sementara itu, Makassar Half Marathon 2026 dipastikan kembali digelar akhir Mei mendatang dengan antusiasme peserta yang terus meningkat.
Event lari terbesar di Sulawesi dan kawasan Indonesia Tengah ini diperkirakan menghadirkan hingga 20 ribu pendatang, termasuk peserta dan keluarga yang ikut meramaikan kegiatan.
Dari total 12 ribu kuota yang disiapkan panitia, sekitar 11 ribu slot telah terisi.
Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, MHM menghadirkan inovasi baru melalui program “Triple Medals Challenge”.
Dalam kategori tersebut, peserta ditantang menyelesaikan dua nomor lomba sekaligus, yakni 10K dan Half Marathon, untuk mendapatkan tiga medali berbeda, terdiri dari medali finisher 10K, medali finisher HM, serta medali spesial Triple Medals.
Tercatat sekitar 700 pelari nasional dan internasional telah mendaftar dalam kategori tersebut.
Berbeda dari tahun sebelumnya, MHM 2026 juga resmi meniadakan kategori 5K dan fokus meningkatkan kualitas lomba pada nomor 10K dan Half Marathon.









