Ikonkata-Usianya sudah renta, 70 tahun. Tapi siapa sangka jika Jemaah asal Kabupaten Maros Sulawesi Selatan ini menjadi wajah atau ikon visual Haji 2026 yang ditayangkan di seluruh dunia pada musim haji tahun 2026 ini. Mari kira simak proses terpilihnya Jumaria, sebagai ikon Jamaah Haji 2026 oleh tim Makkah Route Arab Saudi.
Namanya Jumaria. Usianya 70 tahun. Hidup seorang diri di Kecamatan Tanralili, Maros, tanpa suami dan tanpa anak. Sehari-hari, ia bekerja sebagai penggarap sawah milik warga dengan sistem bagi hasil.
Video tersebut dibuka dengan nyala kompor, lalu tangan Jumaria menimbah air.
“Di ujung benua Asia di Makassar republik Indonesia Jumaria hidup sebatang kara selama 70 tahun. Seorang petani biasa” narasi opening video yang telah mengantarkan Jumaria dikenal oleh dunia Islam.
Dalam vidio tersebut Jumaria menceritakan kisah hidupnya yang nampak dari kehidupan biasa, tetapi tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan iman dan perjuangan menuju Baitullah.
Setiap musim panen, Jumaria menerima upah sekitar Rp200 ribu. Separuh digunakan untuk kebutuhan hidup, sementara sisanya disimpan untuk tabungan haji.
“Itu kalau dikasika dua ratus ribu saya simpan seratus ribu untuk tabungan haji” ujarnya sembari menutup raut wajahnya menggunakan kedua tangannya.
Sedikit demi sedikit, tahun demi tahun tak ada kata menyerah bagi Jumariah untuk mewujudkan niatnya ke tanah suci. Tanpa pernah menyerah.
Uang itu bahkan disimpan di tempat-tempat sederhana di rumahnya. Kadang di balik bantal, kadang di sudut penyimpanan kecil yang jauh dari kesan mewah. Dari hasil kerja keras sebagai buruh tani, Jumaria akhirnya mampu mendaftar haji pada 2010. Setelah menunggu sekitar 15 tahun, namanya akhirnya masuk dalam daftar keberangkatan musim haji 2026.
Kisahnya mulai menarik perhatian saat mengikuti manasik haji di Maros. Jumaria dikenal sebagai sosok paling disiplin dan penuh semangat. Ia selalu datang lebih awal dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dari sejumlah kandidat jemaah inspiratif, Arab Saudi akhirnya memilih Jumaria sebagai wajah representatif jemaah haji Indonesia tahun 2026. Tim Makkah Route melihat Jumariah sangat telaten, tepat waktu dan penuh semangat saat Manasik Haji. Dari situlah tim Makka Route mendatangi rumahnya di Tanralili. Tim Makkah Route kemudian datang langsung ke Maros untuk mendokumentasikan kehidupannya. Bagi mereka, Jumaria bukan sekadar jemaah haji. Ia adalah simbol ketulusan. Simbol perjuangan.
Kini, nama Jumaria tak hanya dikenal di kampungnya di Maros. Kisahnya menjadi inspirasi lintas negara tentang arti kesabaran dan keikhlasan dalam memenuhi panggilan Allah.












