Luhut Cerita Perjalanan Proyek Teluk Weda, dari Daerah Terpencil hingga Jadi Pusat Industri Baterai EV

Delapan tahun pembangunan membawa perubahan di Halmahera Tengah, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peresmian komersialisasi ekosistem baterai kendaraan listrik oleh Presiden Prabowo.

Ikonkata-Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan perjalanan pembangunan kawasan industri Teluk Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang kini berkembang menjadi salah satu pusat industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui unggahannya, Luhut mengenang kondisi Teluk Weda delapan tahun lalu, ketika akses masih terbatas, infrastruktur minim, dan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat memprihatinkan. Saat program hilirisasi mulai didorong, tidak sedikit pihak yang meragukan proyek tersebut dapat terwujud.

banner 970x250

Kini, menurut Luhut, keraguan itu mulai terjawab setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Salah satu perubahan yang disorot Luhut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Ia menyebut lebih dari 100 ribu tenaga kerja telah terserap, termasuk lebih dari 68 ribu putra-putri daerah yang telah mengikuti pendidikan dan sertifikasi untuk menjadi operator alat berat hingga teknisi spesialis.

“Hal yang membuat saya tersentuh adalah perubahan signifikan yang terjadi pada kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara,” tulis Luhut.

Kawasan industri tersebut dirancang untuk mengintegrasikan rantai pasok baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Salah satu investasinya adalah fasilitas manufaktur sel baterai PT REPT Battero senilai US$580 juta, dengan kapasitas produksi 8 GWh per tahun dan potensi omzet mencapai US$1 miliar per tahun.

Luhut juga menyebut pembangunan kawasan industri diimbangi kontribusi sosial, antara lain melalui penyediaan infrastruktur desa dan akses air bersih bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan Teluk Weda selanjutnya akan didorong melalui 11 proyek strategis baru dengan nilai investasi sekitar Rp160 triliun. Proyek-proyek tersebut berpotensi membuka 13.950 lapangan kerja baru.

Dalam momentum peresmian itu, Presiden Prabowo juga meluncurkan ekspor sel baterai kendaraan listrik untuk pertama kalinya, sekaligus melakukan peletakan batu pertama sejumlah fasilitas baru. Proyek tersebut mencakup smelter aluminium, pabrik komponen baterai, serta fasilitas manufaktur alat berat dan truk listrik untuk pertambangan atau EV dump truck.

Bagi Luhut, perkembangan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena hasil karya anak bangsa dari Halmahera mulai diarahkan ke pasar internasional. Ia menilai pengembangan industri ini memperkuat peluang Indonesia menjadi pemain penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Luhut juga menekankan bahwa hilirisasi bukan semata-mata soal investasi dan pembangunan kawasan industri, melainkan bagian dari upaya memperluas pemerataan ekonomi serta meningkatkan kemampuan Indonesia mengolah kekayaan alamnya sendiri.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *