Ikonkata-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia dalam pemutakhiran situasi bencana periode 9–10 Oktober 2026. Sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, tetapi kebakaran di beberapa daerah masih berlangsung.
Wilayah terdampak meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya. Selain itu, kebakaran juga melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Takome di Kota Ternate, Maluku Utara.
Di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, kebakaran yang berlangsung pada 4–7 Oktober menghanguskan sekitar 123,2 hektare lahan. Area terdampak mencakup Kelurahan Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Kampung Sapoekren. Berdasarkan laporan terakhir pada Jumat (9/10), api telah berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kebakaran dengan luasan cukup besar juga terjadi di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, Kabupaten Bangli, Bali. Sekitar 22,77 hektare lahan terdampak, dengan api dilaporkan padam pada Jumat (9/10).
Sementara itu, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kebakaran di Dusun Wonosari dan Dusun Rama, Desa Buana Sakti, Kecamatan Tommo, menghanguskan sekitar 20 hektare lahan. Hingga Jumat (9/10), api belum berhasil dipadamkan dan asap masih menyelimuti lokasi serta meluas ke wilayah sekitar.
Petugas gabungan berupaya mengendalikan kebakaran dengan membuat parit menggunakan alat berat untuk memutus perambatan api di bawah permukaan lahan gambut. Koordinasi juga dilakukan untuk menyiapkan personel dan peralatan pendukung.
Di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kebakaran di Gunung Sidoe, Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Hingga Jumat, masih terpantau dua titik api dengan asap mengepul di balik gunung. Upaya pemadaman telah menjangkau sekitar 3 kilometer dari perkiraan jangkauan titik api sepanjang 6–7 kilometer.
Kebakaran juga masih ditangani di sekitar Kampung Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 6 hektare. Tim gabungan masih melakukan pemadaman hingga Jumat (9/10). Pemerintah Kabupaten Nabire telah menetapkan status tanggap darurat untuk periode 4–17 Oktober 2026.
Di Jawa Timur, kebakaran hutan rakyat di Gunung Sekekep, Kabupaten Ponorogo, menghanguskan sekitar 5 hektare lahan. Kebakaran di jalur pendakian Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, juga menghanguskan sekitar 3 hektare. Berdasarkan laporan terakhir, kedua kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan.
Adapun di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran lahan seluas sekitar 8 hektare di Desa Air Putih, Kecamatan Muntok, berhasil dipadamkan pada Kamis (8/10) pukul 22.05 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran TPA Takome Masih Terkendala
Selain karhutla, kebakaran di TPA Takome, Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, menjadi perhatian karena berdampak pada kawasan sekitar. Area terdampak diperkirakan mencapai 11 hektare.
Hingga Jumat (9/10), api belum sepenuhnya padam. Asap dari sampah yang terbakar menyebar hingga permukiman warga dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain api yang merambat ke bagian dalam tumpukan sampah setinggi lebih dari lima meter, angin kencang, asap bercampur gas metana, serta keterbatasan peralatan. Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan pada 3–16 Oktober 2026.
BNPB mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan maupun membakar sampah tanpa pengawasan. Warga juga diminta segera melaporkan temuan titik api kepada petugas setempat.
Masyarakat yang terdampak asap diimbau mengikuti arahan petugas, menggunakan masker yang sesuai apabila kualitas udara terganggu, serta membatasi aktivitas di luar ruangan. BNPB menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dan kesiapan personel serta peralatan untuk mencegah kebakaran meluas.









