Indonesia Tahan Malaysia 0-0, Herdman: Kartu Merah Itu Kutukan Sekaligus Anugerah

Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37, Garuda bertahan habis-habisan di hadapan lebih dari 50 ribu suporter SUGBK. Maarten Paes dan barisan pertahanan menjadi tembok terakhir Indonesia.

Ikonkata-Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Namun, kekurangan satu pemain tidak membuat pertahanan Garuda runtuh. Di hadapan lebih dari 50 ribu suporter, Indonesia mampu bertahan hingga peluit akhir dan mengamankan hasil imbang 0-0.

banner 970x250

Kiper Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting dalam pertandingan tersebut. Sejumlah penyelamatan krusialnya menjaga gawang Indonesia tetap perawan, sementara Calvin Verdonk, Dean James, dan para pemain belakang lainnya berulang kali menghadang tekanan Malaysia.

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, justru melihat kartu merah Thom Haye dari sisi yang berbeda.

Bagi Herdman, situasi sulit tersebut menjadi kesempatan untuk menguji karakter tim. Pelatih yang telah 25 tahun berkecimpung di sepak bola itu mengatakan, pengalaman menghadapi berbagai keputusan wasit mengajarkannya bahwa sebuah pertandingan tidak selalu berjalan sesuai rencana.

“Kartu merah itu bagi kami memberikan kesempatan kepada para pemain untuk membentuk sebuah persaudaraan, belajar bagaimana bertarung bersama dalam sebuah momen demi negara mereka, untuk terus melangkah dan terus berjuang,” kata Herdman seusai pertandingan.

Menurutnya, bermain dengan sepuluh orang memperlihatkan bagaimana pemain lokal maupun naturalisasi merespons tekanan ketika mengenakan jersey Merah Putih.

Ia bahkan menyebut kartu merah tersebut sebagai sesuatu yang memiliki dua sisi.

“Jadi, Anda melihat kutukan dari kartu merah, tetapi dalam beberapa hal itu adalah anugerah. Kami membutuhkan momen-momen seperti itu untuk tahu bahwa para pemain ini akan datang ke sini dan bertarung untuk negara ini,” ujarnya.

Herdman menilai respons para pemain menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju target yang lebih besar.

Lima Clean Sheet dalam Enam Laga

Maarten Paes juga menyoroti kerja keras seluruh lini pertahanan Indonesia.

Bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama membuat Indonesia harus lebih banyak bertahan. Namun, organisasi pertahanan tetap mampu menjaga Malaysia tidak mencetak gol.

Paes secara khusus memuji pengorbanan Calvin Verdonk dan Dean James yang beberapa kali memblok tembakan pemain Malaysia.

“Jika Anda melihat sepak pojok terakhir, semua orang memblok bola dan mengamankan clean sheet. Ini sangat penting,” kata Paes.

Catatan itu memperpanjang konsistensi pertahanan Indonesia. Dari enam pertandingan terakhir, Garuda telah mencatat lima clean sheet.

Bagi Paes, angka tersebut bukan sekadar statistik. Catatan itu menunjukkan semakin solidnya organisasi pertahanan Indonesia ketika menghadapi tekanan.

Kiper Ajax Amsterdam tersebut juga tidak ingin larut dalam perdebatan mengenai kartu merah Thom Haye.

“Saya tidak melihat tayangan ulang. Seperti yang pelatih katakan, Anda harus mengontrol apa yang bisa Anda kontrol. Saat itu wasit memutuskan hal tersebut, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu,” ujarnya.

Bagi Paes, yang lebih penting adalah bagaimana tim merespons situasi tersebut.

SUGBK dan Malam yang Sulit Dilupakan

Di tengah tekanan pertandingan, dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK menjadi energi tambahan bagi para pemain Indonesia.

Herdman dan Paes sama-sama mengakui atmosfer stadion memberikan dorongan besar ketika tim harus bertahan dengan sepuluh pemain.

Setelah pertandingan, suasana semakin emosional ketika pemain dan suporter menyanyikan lagu “Tanah Airku” bersama-sama.

Paes menyebut momen tersebut sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

“Ini adalah malam spesial lainnya di Gelora Bung Karno. Anda merinding saat berjalan ke lapangan, melihat lagu kebangsaan dinyanyikan bersama, dan merinding setelah pertandingan saat kami menyanyikan ‘Tanah Airku’,” katanya.

Ia mengajak suporter kembali memenuhi SUGBK pada pertandingan berikutnya.

Bangladesh Menanti

Hasil imbang melawan Malaysia membuat perjalanan Indonesia di Grup A belum selesai.

Laga terakhir melawan Bangladesh pada Kamis mendatang akan menjadi pertandingan penentuan tiket menuju semifinal.

Dengan jarak pertandingan yang hanya dua hari, Herdman meminta para pemain segera memulihkan kondisi fisik.

“Jadwal kami sangat padat dengan jeda dua hari, jadi pemulihan fisik malam ini sangat krusial,” kata Herdman.

Ia juga meminta suporter tetap memberikan dukungan pada laga terakhir.

“Datanglah dan tetap bersama kami. Kami akan menyelesaikan tugas ini,” ujarnya.

Indonesia mungkin gagal meraih kemenangan atas Malaysia. Tetapi malam di SUGBK menunjukkan satu hal: ketika pertandingan berubah menjadi ujian ketahanan, Garuda masih mampu berdiri hingga akhir dengan sepuluh pemain.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *