Ikonkata-Komisi V DPR RI meminta pembangunan dan pelebaran infrastruktur jalan di Kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten, benar-benar mampu mengurai kemacetan yang telah menjadi persoalan masyarakat selama bertahun-tahun.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, efektivitas pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas, bukan hanya dari penyelesaian pekerjaan fisik.
“Pembangunan dengan sistem yang ada, ditambah dengan beberapa segmen pelebaran jalan di sekitar tol, harus benar-benar mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi masalah masyarakat di Kawasan Bitung,” ujar Andi usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Jumat (28/8/2026).
Selain fungsi infrastruktur, Komisi V juga menyoroti kualitas konstruksi. Setiap pekerjaan diminta memenuhi standar teknis, termasuk pengujian kekuatan beton dan struktur bangunan.
Andi juga mengingatkan manajemen lalu lintas selama masa konstruksi harus menjadi perhatian. Pekerjaan pembangunan jangan sampai justru menciptakan kemacetan baru dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
“Manajemen lalu lintas selama masa konstruksi menuju pekerjaan selesai dan serah terima awal atau PHO harus dikelola dengan sangat baik,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga meminta sisa anggaran pembangunan dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan akuntabel untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Menurutnya, pembangunan di Bitung harus dirancang secara terintegrasi dan tidak berjalan parsial. Pertumbuhan kawasan serta kebutuhan mobilitas masyarakat harus menjadi pertimbangan agar infrastruktur yang dibangun mampu memberikan solusi jangka panjang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan Pemprov Banten siap mendukung penyelesaian persoalan infrastruktur di kawasan tersebut.
Ia mengingatkan aspek banjir juga perlu diantisipasi, terutama saat memasuki musim hujan.
“Sekarang sedang kemarau, agak aman, tetapi kita takut kalau hujan karena pernah terjadi banjir di tol. Ini harus diantisipasi,” ujarnya.
Underpass Bitung merupakan salah satu infrastruktur yang dinantikan masyarakat. Kawasan tersebut menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari Serang, Jakarta, dan Curug, sekaligus akses menuju Tol Tangerang–Merak.
Ruas jalan nasional yang melintasi kawasan ini juga memiliki fungsi strategis bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses menuju kawasan industri Tangerang dan sekitarnya.













