Ikonkata-Teknologi akhirnya mendapat nilai bukan dari seberapa rumit sistem yang dibangun, tetapi dari seberapa mudah warga menggunakannya.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar meraih penghargaan Public Service of the Year Sulawesi Selatan 2026 dalam ajang Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang digelar MarkPlus.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Founder MarkPlus, Hermawan Kartajaya, kepada Kepala Diskominfo Kota Makassar Muhammad Roem di Claro Hotel Makassar, Kamis (13/8/2026).
Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap upaya Pemkot Makassar mendorong pelayanan publik yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Muhammad Roem mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Diskominfo dalam membangun layanan publik berbasis digital yang lebih inovatif dan terintegrasi.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen Diskominfo Kota Makassar dalam menghadirkan layanan publik digital yang inovatif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Roem.
Salah satu wajah transformasi digital tersebut adalah Lontara+.
Platform ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, maupun kebutuhan pelayanan secara lebih mudah. Pemerintah pun mendapat jalur komunikasi yang lebih langsung dengan warga.
Konsepnya sederhana: warga menyampaikan persoalan, pemerintah merespons.
Setidaknya, begitulah teknologi pelayanan publik seharusnya bekerja.
Bukan sekadar membuat aplikasi, kemudian berhenti pada seremoni peluncuran.
Menurut Roem, perkembangan teknologi memang memaksa pemerintah bergerak lebih cepat. Namun, kecepatan beradaptasi tidak cukup jika inovasi yang dibuat tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, penghargaan tersebut justru menjadi pengingat bagi Diskominfo untuk terus melakukan pembenahan.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan teknologi yang digunakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pelayanan publik juga ikut berubah.
Warga semakin terbiasa mendapatkan layanan secara cepat, mudah, dan terintegrasi. Pemerintah pun dituntut meninggalkan pola pelayanan yang terlalu panjang dan berbelit.
Dalam konteks itu, transformasi digital pemerintahan bukan lagi sekadar pilihan.
Ia menjadi kebutuhan.
Indonesia Marketing Festival 2026 sendiri merupakan agenda tahunan MarkPlus Institute dan Marketeers Event yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, mahasiswa, praktisi, serta berbagai pihak untuk membahas perkembangan industri, teknologi, pemasaran, hingga kompetensi masa depan.
Penghargaan yang diterima Diskominfo Makassar menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan pelayanan publik berbasis teknologi.
Namun, penghargaan tetaplah penghargaan.
Pekerjaan sebenarnya justru dimulai setelah piala dibawa pulang.
Sebab, ukuran keberhasilan layanan digital pemerintah bukan seberapa banyak platform yang dimiliki, berapa banyak fitur yang tersedia, atau seberapa canggih teknologi di belakangnya.
Ukuran paling sederhananya adalah apakah warga merasa urusannya menjadi lebih mudah.
“Sebab, pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkas Roem.

















