Xuân Son Kejar Mimpi Piala Dunia, Awali dengan Pertahankan Gelar ASEAN

Debut internasional Xuân Son bersama Vietnam pada 2024 langsung menjadi kisah luar biasa. Ia tampil sebagai top skor turnamen dengan tujuh gol sekaligus dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) saat Vietnam meraih gelar ASEAN ketiga dalam sejarah.

Ikonkata-Lahir di Brasil dan ditempa oleh pengalaman bermain di Jepang serta Denmark, Nguyễn Xuân Son menemukan lebih dari sekadar kesuksesan sepak bola di Vietnam. Di negeri yang kini menjadi rumah keduanya, penyerang berusia 29 tahun itu mengejar mimpi terbesar dalam kariernya: membawa Vietnam tampil di Piala Dunia FIFA.

Namun, sebelum menatap panggung sepak bola terbesar dunia, Xuân Son menegaskan fokus utamanya adalah mempertahankan dominasi Golden Star Warriors di ASEAN Hyundai Cup 2026.

“Saya bermimpi bermain di Piala Dunia. Saya sering memikirkannya karena jika bisa mewujudkannya bersama Vietnam, itu akan menjadi salah satu momen paling istimewa dalam sejarah sepak bola negara ini,” ujar Xuân Son.

Debut Sempurna, Cedera yang Mengubah Segalanya

Debut internasional Xuân Son bersama Vietnam pada 2024 langsung menjadi kisah luar biasa. Ia tampil sebagai top skor turnamen dengan tujuh gol sekaligus dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) saat Vietnam meraih gelar ASEAN ketiga dalam sejarah.

Namun, euforia itu berubah menjadi mimpi buruk ketika ia mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kanan saat leg kedua final melawan Thailand.

Cedera tersebut membuat perayaannya berakhir lebih cepat dan memaksanya menghadapi masa terberat sepanjang karier profesionalnya.

“Masa itu sangat sulit. Ketika kaki saya patah, saya sempat berpikir karier saya sudah berakhir,” kenangnya.

Meski demikian, ia memilih bangkit.

“Saya hanya memikirkan satu hal, kembali bermain sepak bola. Dukungan dari masyarakat sangat berarti. Cinta mereka memberi saya kekuatan melewati seluruh proses rehabilitasi,” katanya.

Bangkit Lebih Kuat

Setelah menjalani pemulihan selama hampir sepuluh bulan dengan dukungan keluarga, klub Nam Định FC, dan Federasi Sepak Bola Vietnam, Xuân Son kembali menunjukkan kualitasnya.

Pada ASEAN Club Championship Shopee Cup 2025/26, ia langsung tampil tajam dengan mencetak tujuh gol dan menjadi top skor bersama, sekaligus membawa Nam Định melaju hingga babak semifinal.

Comeback tersebut menjadi salah satu kisah kebangkitan paling inspiratif di sepak bola Asia Tenggara.

Dari Pirapemas Menuju Hanoi

Perjalanan Xuân Son menuju Vietnam tidak pernah mudah.

Lahir dengan nama Rafaelson di kota kecil Pirapemas, Brasil, ia meninggalkan rumah pada usia 14 tahun demi mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional di akademi Salvador.

Setelah berkarier di Brasil, ia sempat merasakan atmosfer sepak bola Jepang dan Denmark sebelum akhirnya hijrah ke Vietnam pada 2019.

Keputusan itu mengubah hidupnya.

Ia sempat memperkuat Nam Định, kemudian bermain untuk SHB Đà Nẵng FC dan Bình Định FC sebelum kembali ke Nam Định. Bersama klub tersebut, Xuân Son membawa tim menjuarai liga Vietnam sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak Liga Vietnam musim 2023/24.

Pada September 2024, setelah lima tahun bermukim di Vietnam, ia resmi memperoleh kewarganegaraan Vietnam dan menggunakan nama Nguyễn Xuân Son, tanpa meninggalkan identitas Brasilnya melalui nama Rafaelson.

“Saya mencintai Vietnam. Kedua anak saya lahir di sini dan keluarga saya juga mencintai negara ini. Saya ingin tinggal di Vietnam seumur hidup. Dukungan masyarakat sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Wakil Kapten dan Misi Pertahankan Takhta

Pengaruh Xuân Son di tim nasional kini semakin besar. Pada ASEAN Hyundai Cup 2026, ia dipercaya menjadi salah satu wakil kapten Vietnam.

Kepercayaan tersebut dijawab dengan penampilan impresif, termasuk mencetak gol saat Vietnam menghancurkan Timor-Leste 7-0 pada laga pembuka.

Kini, Vietnam bersiap menghadapi ujian lebih berat melawan pemuncak Grup A, Singapura.

“Tanggung jawab ini membuat saya ingin memberikan lebih banyak lagi. Kami memiliki pemain berkualitas dan siap memberikan 100 persen untuk menjadi juara lagi,” tegasnya.

Mimpi yang Belum Selesai

Bagi Xuân Son, mempertahankan gelar ASEAN hanyalah satu bagian dari perjalanan panjangnya.

Target terbesar yang terus ia kejar adalah mengantar Vietnam menembus putaran final Piala Dunia FIFA untuk pertama kalinya.

“Itu juga mimpi keluarga saya. Saya bekerja keras dan berharap suatu hari nanti kami bisa membawa Vietnam ke Piala Dunia. Itu akan menjadi momen yang sangat spesial bagi seluruh rakyat Vietnam,” tutupnya.

banner 336x280