Ikonkata-Anggota Komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, meminta pemerintah memperkuat sistem keselamatan transportasi laut di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, seiring meningkatnya aktivitas wisata bahari di Labuan Bajo yang telah berstatus destinasi wisata kelas dunia.
Dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Labuan Bajo, Selasa (22/7/2026), Erna menegaskan aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama agar pertumbuhan sektor pariwisata berjalan seiring dengan perlindungan terhadap wisatawan.
“Labuan Bajo ini sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Maka yang harus kita jaga adalah aspek keselamatannya. Orang akan berwisata dengan nyaman ketika mereka merasa aman berada di sini,” ujarnya.
Erna mengungkapkan sekitar 68 persen wisatawan yang datang ke Manggarai Barat merupakan wisatawan bahari. Sebagian besar di antaranya adalah wisatawan mancanegara yang memilih aktivitas menyelam (diving), sehingga membutuhkan dukungan sistem keselamatan yang memenuhi standar internasional.
Menurutnya, kesiapan sarana pencarian dan pertolongan masih perlu diperkuat. Ia menyoroti keterbatasan fasilitas dan peralatan Basarnas di Manggarai Barat yang dinilai belum sebanding dengan status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata global.
“Kita bicara wisata kelas dunia, tetapi Basarnas di sini baru memiliki pos-pos saja dan saya melihat peralatannya juga masih belum cukup untuk membangun sistem keselamatan yang optimal. Kalau wisata kelas dunia, maka standar keselamatannya juga harus bertaraf internasional,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Bengkulu tersebut.
Selain penguatan Basarnas, Erna juga menyoroti kondisi operasional di kawasan pelabuhan. Ia menyebut masih terdapat penumpang yang harus berpindah dari satu kapal ke kapal lain sebelum mencapai dermaga, sehingga diperlukan penataan alur pelayaran yang lebih baik.
Ia mendorong adanya pemisahan jalur operasional antara kapal pinisi wisata, kapal penumpang, dan jenis kapal lainnya agar aktivitas di pelabuhan menjadi lebih tertib, aman, dan efisien.
Di sisi lain, Erna meminta pengawasan terhadap kapal wisata diperketat melalui pelaksanaan ramp check secara berkala. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan kapal tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas serta seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik.
“Ramp check harus benar-benar dilakukan untuk meminimalisir kecelakaan. Jangan sampai ada kapal yang overload demi mengejar keuntungan. Alat-alat keselamatan penumpang juga harus dipastikan lengkap dan berfungsi,” pungkasnya.













