Ikonkata-Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan, layanan Mobil Klinik Hewan Keliling mulai menjadi wajah baru pelayanan publik di Jakarta. Hadir langsung di lingkungan permukiman, layanan ini memberi akses pemeriksaan medis yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi pemilik kucing maupun anjing.
Program yang digelar di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026), disambut antusias warga. Sejak pagi, pemilik hewan peliharaan berdatangan untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum hingga pemeriksaan penunjang.
Salah satunya Budiarto, warga Kebayoran Baru, yang sengaja datang membawa kucing peliharaannya setelah mengetahui jadwal layanan melalui informasi resmi. Kucing miliknya mengalami Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD), gangguan saluran kemih yang ditandai dengan keluarnya urin bercampur darah.
Menurut Budiarto, tim dokter tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menjelaskan penyebab penyakit, faktor risiko, hingga langkah perawatan yang harus dilakukan selama masa pemulihan.
“Penjelasannya sangat jelas, ramah, dan pelayanannya sangat memuaskan,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran Klinik Hewan Keliling menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan hewan dengan biaya lebih terjangkau tanpa harus mendatangi klinik atau rumah sakit hewan yang lokasinya lebih jauh.
Budiarto berharap cakupan layanan diperluas sehingga dapat menjangkau lebih banyak kelurahan di Jakarta.
Kepala Satuan Pelaksana Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kecamatan Tebet, Irma Malini, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan hewan kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit pada hewan peliharaan di kawasan permukiman.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, Mobil Klinik Hewan Keliling juga menyediakan layanan ultrasonografi (USG), pemeriksaan darah, deteksi dini penyakit menular, konsultasi medis, serta berbagai tindakan veteriner lainnya sesuai kondisi hewan yang diperiksa.
Menurut Irma, pendekatan jemput bola seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pemilik hewan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, bukan hanya ketika hewan sudah menunjukkan gejala sakit.
Tingginya partisipasi warga menjadi indikator meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan peliharaan. Hingga siang hari, sedikitnya 10 ekor kucing dan anjing telah menjalani pemeriksaan, sementara pelayanan terus berlangsung hingga pukul 14.30 WIB.
Di kota dengan populasi hewan peliharaan yang terus bertambah seperti Jakarta, kehadiran klinik veteriner bergerak bukan sekadar mempermudah akses layanan kesehatan. Program ini juga menjadi bagian dari strategi kesehatan masyarakat melalui pengendalian penyakit hewan, peningkatan kesejahteraan satwa, dan penguatan konsep One Health, yang menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

















