Bahlil Pastikan Hak Warga Jadi Prioritas di Proyek Masela, Tenaga Kerja Lokal Didahulukan

Pemerintah memastikan pelaksanaan proyek akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek perlindungan hak masyarakat

Ikonkata-Pemerintah menegaskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela tidak hanya mengejar target produksi energi nasional, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perlindungan hak warga, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari komitmen yang dikawal sejak awal proyek dimulai.

Penegasan itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menghadiri groundbreaking pembangunan fasilitas Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

banner 970x250

Dengan nilai investasi mencapai USD 20,9 miliar, Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia dan menjadi proyek strategis yang diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Namun bagi pemerintah, besarnya investasi tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat yang selama ini hidup dan menggantungkan penghidupan di sekitar kawasan proyek.

“Kami ingin proyek sebesar ini berjalan tanpa melupakan hak-hak seluruh masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar,” kata Bahlil.

Ia menegaskan pemerintah tengah menyiapkan skema kompensasi bagi warga yang telah mengelola lahan secara turun-temurun, termasuk yang berada di kawasan hutan. Menurut Bahlil, pendekatan yang ditempuh bukan sekadar memberikan ganti rugi, melainkan “ganti untung” agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.

Selain perlindungan hak atas lahan, pemerintah juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai agenda utama. Bahlil meminta operator proyek, INPEX Masela Ltd., bersama pemerintah daerah memperkuat program pendidikan vokasi agar masyarakat lokal memiliki kompetensi yang dibutuhkan selama fase konstruksi hingga operasional.

Pemerintah juga telah mencapai kesepakatan dengan President & CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda untuk memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah yang paling dekat dengan proyek.

“Kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier satu dan dua terlebih dahulu. Selama tenaga kerja tersedia di daerah, gunakan masyarakat lokal,” tegas Bahlil.

Kebijakan tersebut disambut positif masyarakat. Gerson (74), warga Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, berharap pembangunan Blok Masela menjadi titik awal perubahan ekonomi bagi generasi muda di daerahnya.

Ia berharap proyek tersebut tidak hanya menghasilkan gas untuk kebutuhan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

“Semoga proyek ini memberi peluang kerja yang baik bagi masyarakat di sini dan membawa masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan cucu kami,” ujarnya.

Dimulainya pembangunan fisik LNG Abadi Masela menandai babak baru pengembangan salah satu cadangan gas terbesar Indonesia. Pemerintah memastikan pelaksanaan proyek akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek perlindungan hak masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan ekonomi kawasan di sekitar proyek.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama