Ikonkata-Upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan terus mendapat dukungan. Program sterilisasi kucing gratis dan peresmian tempat traktir kucing di Pasar Santa menuai apresiasi dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo.
Program yang diinisiasi PD Pasar Jaya bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan itu dinilai menjadi langkah positif dalam menciptakan ruang publik yang lebih tertib sekaligus peduli terhadap kesejahteraan hewan.
“Ini inisiatif yang sangat baik dari Pemprov DKI Jakarta,” ujar Francine, Senin (6/7/2026)
Selain meresmikan tempat traktir kucing, pengelola juga memasang banner dan stiker edukasi yang mengajak masyarakat memberi makan kucing hanya di lokasi yang telah disediakan. Langkah tersebut diharapkan menjaga kebersihan pasar sekaligus memastikan kucing liar memperoleh akses makanan secara lebih teratur.
Francine menjelaskan, konsep serupa sebenarnya telah diterapkan di sejumlah fasilitas publik. Sejak 2022, tempat traktir kucing telah hadir di lingkungan MRT Jakarta. Kemudian pada 2025 diperluas ke tiga halte Transjakarta, yakni Halte Kebayoran, Velbak, dan Kuningan Madya, serta Stasiun KRL Kebayoran.
Pada Maret 2026, ia juga menginisiasi pembangunan sepuluh tempat traktir kucing di Kompleks Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan yang diresmikan bersamaan dengan peluncuran program sterilisasi gratis.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut perlu terus diperluas agar Jakarta semakin layak menjadi kota global yang ramah terhadap hewan.
Namun, ia mengingatkan bahwa penyediaan tempat makan harus dibarengi edukasi kepada masyarakat agar kebersihan lingkungan tetap terjaga, misalnya dengan menggunakan wadah ramah lingkungan dan mengutamakan pemberian makanan kering.
Francine juga mendorong pelaksanaan program Trap Neuter Return (TNR) di Pasar Santa melalui kolaborasi Pasar Jaya dan Sudin KPKP Jakarta Selatan. Program ini dinilai penting untuk mengendalikan populasi kucing liar secara manusiawi.
Saat ini, pendataan kucing yang belum disteril di kawasan Pasar Santa tengah dilakukan. Setelah proses tersebut selesai, kucing-kucing akan mengikuti program sterilisasi gratis yang difasilitasi Sudin KPKP Jakarta Selatan.
Di sisi lain, Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan sterilisasi dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing liar sekaligus mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies sejak 2004.
Dalam kegiatan sterilisasi terbaru di Aula Gedung Nyi Ageng Serang, sebanyak 211 kucing jantan lokal berhasil disterilkan. Program tersebut melibatkan berbagai komunitas dan mitra, di antaranya Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Jakarta Cat Lovers, dan Purina PetCare.
Bagi para pecinta kucing, program ini menjadi solusi nyata. Salah satunya diungkapkan Puji Rahayu, warga Kelurahan Karet, yang menilai sterilisasi gratis sangat membantu mengendalikan populasi kucing jalanan.
Melalui kombinasi edukasi, sterilisasi, dan penyediaan ruang makan yang tertata, Pemprov DKI Jakarta berharap kesejahteraan hewan dapat berjalan beriringan dengan kebersihan lingkungan serta kenyamanan masyarakat di ruang publik.

















