Ikonkata-Kampanye pangan sehat kini tidak lagi hanya dilakukan melalui seminar atau penyuluhan. Di Kabupaten Maros, edukasi tentang gizi keluarga dan pemanfaatan pangan lokal mulai dikemas melalui media yang lebih dekat dengan masyarakat, yakni video vlog.
Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros menggelar Lomba Vlog Keanekaragaman Pangan yang melibatkan perwakilan dari 13 kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor TP-PKK Maros dan dipimpin langsung Ketua TP-PKK Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, didampingi Sekretaris I TP-PKK, Fitriani Syamsuar.
Lomba ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi sehat, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Ketua TP-PKK Maros, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, mengatakan salah satu pesan utama yang ingin dibangun melalui lomba tersebut adalah bahwa kebutuhan pangan sehat sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman obat keluarga, sayuran, dan buah-buahan yang bermanfaat bagi kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Selain mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, lomba juga mengangkat konsep konsumsi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.
Konsep tersebut dinilai penting untuk memperkuat pola konsumsi keluarga yang tidak hanya berfokus pada kenyang, tetapi juga memperhatikan kualitas gizi dan keamanan pangan.
Isu pencegahan stunting juga menjadi salah satu fokus utama dalam lomba vlog tersebut.
Melalui konten yang diproduksi masing-masing kecamatan, peserta diminta menyampaikan pesan tentang pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi sejak dini guna mencegah stunting pada anak.
Langkah ini dinilai relevan mengingat persoalan stunting masih menjadi salah satu tantangan pembangunan sumber daya manusia di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi Selatan.
Dari hasil penilaian dewan juri, Kecamatan Marusu berhasil meraih Juara I, disusul Kecamatan Simbang sebagai Juara II dan Kecamatan Tompobulu di posisi Juara III.
Sementara Juara Harapan I diraih Kecamatan Turikale, Harapan II Kecamatan Cenrana, dan Harapan III Kecamatan Mallawa. Adapun predikat Juara Favorit diraih Kecamatan Lau.
Meski berbentuk kompetisi, lomba tersebut tidak semata mencari pemenang.
Lebih dari itu, TP-PKK Maros ingin menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan pesan tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan potensi pangan lokal, serta pembangunan generasi yang lebih sehat.
Di tengah meningkatnya tantangan pemenuhan gizi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, edukasi melalui platform digital dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk menjangkau kelompok usia produktif dan keluarga muda.









