Pemkab Maros Gelontorkan Rp2 Miliar, Kapasitas IPA Bantimurung Naik Jadi 200 Liter per Detik

Peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air ditargetkan memperluas layanan air bersih, dengan Kecamatan Bontoa dan sejumlah desa menjadi wilayah prioritas.

Ikonkata-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantimurung. Melalui proyek tersebut, kapasitas produksi air bersih ditargetkan meningkat dari 125 liter per detik menjadi 200 liter per detik guna memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan peningkatan kapasitas IPA Bantimurung menjadi langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan pasokan air bersih, khususnya di Kecamatan Bontoa dan sejumlah desa yang selama ini belum terlayani secara optimal.

banner 970x250

Hal itu disampaikan Chaidir usai menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Kabupaten Maros, Rabu (29/7/2026).

“Dengan peningkatan kapasitas tersebut, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di Kecamatan Bontoa dan sejumlah desa yang selama ini masih membutuhkan tambahan pasokan air,” ujar Chaidir.

Ia menjelaskan, semula pemerintah daerah berencana membiayai peningkatan kapasitas IPA Bantimurung melalui skema pinjaman. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena terbentur ketentuan regulasi.

Sebagai alternatif, Pemkab Maros memutuskan mengalokasikan anggaran langsung melalui APBD agar proyek tetap dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Peminjaman itu tidak bisa dilakukan karena terbentur aturan. Jadi kita alihkan dengan menganggarkan langsung pembelian alatnya,” katanya.

Menurut Chaidir, salah satu kendala utama pelayanan air bersih di Maros selama ini adalah terbatasnya kapasitas produksi instalasi pengolahan air. Karena itu, pengadaan perangkat upgrading di IPA Bantimurung diharapkan mampu meningkatkan produksi hingga 75 liter per detik.

“Melalui pengadaan alat upgrading tersebut, kapasitas produksi air akan bertambah hingga 75 liter per detik,” ungkapnya.

Tambahan kapasitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan yang sudah ada, tetapi juga memperluas cakupan distribusi ke wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Kecamatan Bontoa menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan menerima tambahan pasokan air setelah peningkatan kapasitas IPA Bantimurung rampung. Pemkab Maros berharap proses pengadaan peralatan dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *