Ikonkata-Ditengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis, data kini menjadi “senjata utama” dalam menentukan arah pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan pemerintah dinilai rawan meleset dari kebutuhan masyarakat.
Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dipandang sebagai momentum penting untuk memotret kondisi riil perekonomian masyarakat, termasuk perkembangan sektor usaha di Kota Makassar.
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus tersebut. Menurutnya, kualitas pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
“Pembangunan yang maju dan berkelanjutan harus ditopang data yang akurat dan terpercaya. Dari data itulah kebijakan bisa tepat sasaran,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Supratman menilai kemajuan daerah bukan hanya ditentukan besarnya anggaran pembangunan, melainkan kemampuan pemerintah membaca kondisi ekonomi masyarakat secara nyata dan terukur.
Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 disebut menjadi instrumen strategis untuk memetakan potensi ekonomi daerah secara lebih detail.
Menurutnya, hasil sensus nantinya dapat membantu pemerintah melihat perkembangan sektor usaha, potensi investasi, hingga kebutuhan ekonomi masyarakat secara lebih presisi.
Dengan data yang valid, program pembangunan diyakini akan lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Tak hanya bagi pemerintah, manfaat sensus ekonomi juga disebut akan dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Data yang terkumpul dapat menjadi acuan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat daya saing usaha lokal, hingga membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor.
Supratman juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar data yang dihasilkan faktual dan komprehensif,” tegasnya.
Ia berharap Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi fondasi dalam menyusun strategi pembangunan yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan ekonomi ke depan.
Selain mendukung pembangunan daerah, sensus tersebut juga diyakini akan memberi kontribusi besar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar pendataan, tapi langkah penting untuk membangun masa depan ekonomi yang lebih kuat dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Supratman.

















