Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai serius mendorong kerajinan anyaman serat alam Teduhu menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.
Lewat pelatihan vokasional bertema “Pelestarian Budaya Lokal dan Penguatan Industri Kreatif yang Maju dan Sejahtera”, para pelaku usaha handicraft di Luwu Timur diajak keluar dari pola lama dan mulai berani menciptakan inovasi baru.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 8 hingga 12 Mei 2026, itu dipusatkan di Gedung Matano Player Sorowako, Kecamatan Nuha.
Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Luwu Timur, Senfry Oktavianus, bersama jajaran Dekranasda dan pemerintah kecamatan.
Bagi Pemkab Luwu Timur, anyaman Teduhu bukan sekadar kerajinan tradisional. Di balik serat-serat alam itu, tersimpan potensi ekonomi kreatif yang bisa menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, peserta pelatihan tidak hanya diajarkan teknik dasar anyaman, tetapi juga bagaimana memadukan berbagai media agar menghasilkan produk yang lebih modern, variatif, dan mampu bersaing di pasar.
“Kita akan terus memantau hasil kegiatan ini supaya tidak terkesan hanya seremonial semata. Ada misi besar bagaimana meningkatkan kualitas kerajinan kita, khususnya anyaman serat alam,” ujar Senfry.
Pelatihan ini menghadirkan Tenaga Ahli Dekranas Pusat, Vinto B. Efendi, sebagai narasumber utama.
Dalam materinya, Vinto menekankan pentingnya keberanian menciptakan karya baru dan tidak sekadar meniru produk yang sudah ada.
Menurutnya, banyak pelaku kerajinan terjebak pada pola produksi yang monoton sehingga sulit berkembang.
“Kita sering melihat karya orang lain lalu membuat hal yang sama tanpa mau menciptakan inovasi sendiri. Akhirnya produknya begitu-begitu saja,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa sebuah produk kreatif harus memiliki identitas dan keberanian menghadirkan sesuatu yang berbeda.
“Intinya, jangan membiasakan sesuatu yang biasa,” tegas Vinto.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disdagkop UKMP Lutim, Nirmalasari, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor industri kreatif.
Selain memperkuat keterampilan teknis, peserta juga didorong mengembangkan desain dan inovasi produk agar mampu memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pemkab Luwu Timur berharap pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya produk-produk anyaman Teduhu yang tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga mampu menembus pasar industri kreatif yang lebih luas.(Red)









