Ikonkata-Danau Toba tak hanya menyimpan keindahan alam. Dari perairan terbesar di Sumatra Utara itu, ikan nila tilapia kini menjelma menjadi komoditas pangan nasional yang menembus pasar dunia, bahkan masuk ke jaringan ritel dan restoran internasional di Amerika Serikat.
Namun di balik ekspor tersebut, ada satu hal yang dianggap tidak bisa ditawar: standar keamanan pangan. Karena itu, Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi ke fasilitas budidaya serta pengolahan ikan nila tilapia milik PT Suri Tani Pemuka di kawasan Tigaras, Danau Toba, Jumat (8/5/2026).
Kunjungan itu menjadi bagian dari pengawalan BPOM untuk memastikan produk pangan nasional memenuhi standar kualitas global sebelum sampai ke pasar internasional.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dari Danau Toba bisa sampai ke piring masyarakat hingga Presiden Amerika Serikat,” ujar Taruna Ikrar.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan pada produk akhir, tetapi menyentuh seluruh rantai produksi. Mulai dari pembibitan, proses pengolahan, hingga pengendalian potensi cemaran kimia berbahaya.
BPOM ingin memastikan setiap produk yang keluar dari Danau Toba diproses sesuai standar keamanan pangan internasional.
“Kita perlu memastikan kualitas daging ikan yang dikirim sesuai standar dan prosesnya mengikuti kaidah yang benar,” katanya.
Produk Toba Tilapia sendiri selama ini telah masuk ke pasar ekspor Amerika Serikat, termasuk jaringan ritel besar seperti Costco serta berbagai industri pangan olahan berbasis frozen food.
Karena itu, BPOM menilai penguatan standar mutu menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing produk Indonesia di pasar global.
Taruna Ikrar juga menegaskan bahwa BPOM kini tidak hanya hadir sebagai lembaga pengawas, tetapi juga mitra strategis industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.
“BPOM akan mengawal agar Toba Tilapia tidak hanya menjadi tamu terhormat di negeri sahabat, tetapi juga menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Suri Tani Pemuka, Ardi Budiono, menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM dalam membangun ekosistem perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi dengan BPOM memberi kepercayaan lebih bagi industri untuk menjaga standar budidaya dan pengolahan produk ekspor.
“Kami berkomitmen mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekspor nasional melalui sistem terintegrasi dari pakan hingga pengolahan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan penanaman pohon durian oleh jajaran BPOM dan manajemen JAPFA Group sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Bagi BPOM, keamanan pangan bukan sekadar urusan pengawasan produk.
Tetapi bagian dari menjaga kedaulatan bangsa melalui pangan yang aman, sehat, dan mampu bersaing di pasar dunia.









