Transjakarta Apresiasi Karyawan Inspiratif, Humanisme Jadi Wajah Baru Transportasi Publik

Keduanya mendapat perhatian karena menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan pelanggan.

Ikonkata-Komitmen menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan humanis terus diperkuat Transjakarta melalui penghargaan kepada karyawan berprestasi yang dinilai mampu menghadirkan pelayanan melampaui standar operasional.

Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza bersama jajaran direksi kepada dua pramusapa yang dinilai menjadi representasi pelayanan publik berempati di tengah mobilitas perkotaan Jakarta.

banner 970x250

Mereka adalah La Sadar Mahelatu atau Ale, petugas Koridor 9 Pinang Ranti–Pluit, serta Nunu Patriyani yang bertugas di Koridor 1 Blok M–Kota.

Keduanya mendapat perhatian karena menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan pelanggan.

Ale menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Sikap ramah, enerjik, dan penuh semangat saat melayani penumpang dinilai menghadirkan pengalaman baru dalam layanan transportasi massal.

Sementara Nunu mendapat apresiasi karena kepeduliannya membantu pelanggan yang tengah sakit hingga dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada pelanggan.

“Ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata insan Transjakarta dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan humanis,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Tidak hanya kepada petugas lapangan, penghargaan juga diberikan kepada 10 peserta Management Trainee Batch 1 yang dinilai menunjukkan kompetensi dan kinerja unggul selama masa pengembangan.

Mereka kini resmi ditempatkan pada sejumlah posisi strategis sebagai bagian dari regenerasi dan penguatan organisasi perusahaan.

Bagi Transjakarta, kualitas layanan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh armada dan infrastruktur, tetapi juga oleh sikap dan empati manusia di balik layanan tersebut.

Karena itu, perusahaan terus mendorong lahirnya talenta-talenta pelayanan yang mampu membangun rasa aman sekaligus kedekatan emosional dengan masyarakat pengguna transportasi umum.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap transportasi massal sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *