Sekolah Edukasi Bencana Diperkuat, BPBD Luwu Timur Libatkan Dunia Usaha

Ikonkata-Upaya membangun ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana terus diperkuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur melalui rapat koordinasi pengembangan program Sekolah Edukasi Bencana yang melibatkan dunia usaha, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula BPBD ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam meningkatkan kapasitas mitigasi bencana, khususnya di kalangan pelajar sebagai kelompok rentan sekaligus agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana.

Wilayah Luwu Timur sendiri dikenal memiliki potensi ancaman bencana yang cukup kompleks. Mulai dari banjir akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai, tanah longsor di kawasan perbukitan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau. Selain itu, aktivitas industri dan pertambangan di sejumlah wilayah juga menghadirkan risiko tambahan berupa bencana non-alam seperti kecelakaan industri dan pencemaran lingkungan.

Kepala BPBD Luwu Timur, dr. April, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini merupakan kebutuhan mendesak mengingat kondisi geografis dan dinamika lingkungan daerah tersebut.

“Melalui program ini, kita ingin membentuk generasi yang tangguh, sigap, dan memiliki pemahaman yang baik dalam menghadapi situasi darurat. Apalagi Luwu Timur memiliki potensi banjir, longsor hingga karhutla yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi teknis, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur. Forum ini difokuskan pada penyamaan persepsi dan perumusan langkah strategis guna memastikan implementasi program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk berkontribusi melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan yang ditawarkan meliputi penyediaan sarana edukasi, pelatihan kesiapsiagaan, hingga pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana di lingkungan sekolah.

Selain itu, pembahasan juga mencakup penyusunan rencana aksi terpadu, mulai dari penentuan sekolah sasaran, pengembangan kurikulum edukasi kebencanaan, hingga pembagian peran antar pemangku kepentingan agar program dapat diimplementasikan secara sistematis.

BPBD Luwu Timur menilai, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem mitigasi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman bencana dapat tertanam sejak dini di lingkungan pendidikan.

Rapat koordinasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen bersama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *