Ikonkata-Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor-Leste (CVTL) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama kemanusiaan lintas negara, khususnya dalam penguatan kapasitas organisasi dan layanan kemanusiaan di wilayah perbatasan.
Penandatanganan berlangsung di Markas Pusat PMI di Jakarta, Kamis (23/4), oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dan Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares. Kegiatan ini turut disaksikan jajaran pimpinan kedua organisasi serta perwakilan mitra internasional.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, International Committee of the Red Cross, serta Palang Merah Australia dan Amerika, yang menegaskan dukungan global terhadap kolaborasi ini.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa kerja kemanusiaan melampaui batas negara. “Kemanusiaan tidak mengenal batas. Ketika bencana terjadi di Indonesia, Timor-Leste dapat membantu, begitu pula sebaliknya. Ini penting karena kita adalah negara bertetangga,” ujarnya.
Sementara itu, Madalena Soares menyoroti kedekatan geografis dan budaya kedua negara, terutama di kawasan Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste. Ia menekankan pentingnya pelatihan dan penguatan kapasitas bagi ribuan relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat.
Nota kesepahaman ini mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari manajemen risiko bencana dan krisis kesehatan, pengurangan risiko kesehatan masyarakat, penanganan konflik kemanusiaan, pengelolaan relawan, layanan donor darah, pertolongan pertama, pemulihan hubungan keluarga, air dan sanitasi, hingga diplomasi kemanusiaan dan manajemen logistik.
Selain itu, kedua organisasi berkomitmen membangun ketangguhan masyarakat yang inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat kapasitas menghadapi tantangan kemanusiaan, termasuk dampak perubahan iklim.
MoU ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. Implementasinya akan ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis sesuai kebutuhan program di lapangan.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menegaskan peran solidaritas regional dalam menghadapi krisis yang semakin kompleks.










