Parlemen RI Diminta Oleh PBB Agar Lebih Berperan Dalam Program dan Agenda Global

keterlibatan parlemen merupakan faktor penting agar program-program PBB dapat berjalan lebih efektif, mengingat parlemen memiliki legitimasi langsung dari rakyat.

Ikonkata-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diminta untuk memperkuat peran parlemen dalam pelaksanaan program dan agenda global. Menurut Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh keterlibatan parlemen merupakan faktor penting agar program-program PBB dapat berjalan lebih efektif, mengingat parlemen memiliki legitimasi langsung dari rakyat.

Hal ini disampaikan Husein dalam sesi pembahasan terkait peran parlemen terhadap PBB pada forum Inter-Parliamentary Union ke-152 di Istanbul, Turki, Jumat (17/4/2026).

“Delegasi Indonesia meyakini kehadiran PBB hanya di tingkat pemerintah tidak akan mencapai potensi maksimalnya tanpa keterlibatan aktif parlemen, sebagai institusi yang memegang mandat langsung dari rakyat,” kata Husein dalam keterangan tertulis  seperti yang dikutip melalui redaksi DPR RI.

Ia juga menekankan perlunya transformasi dalam pola koordinasi PBB, yang tidak hanya berfokus pada hubungan dengan pemerintah eksekutif, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas dengan lembaga legislatif.

“Kehadiran PBB harus bersifat mendukung (supportive), bukan mendikte. Setiap program di lapangan wajib selaras dengan prioritas nasional kami, termasuk visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi dan penguatan sumber daya manusia melalui program nutrisi nasional,” ujar Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.

Husein turut menyoroti praktik di Turki dalam penanganan bencana sebagai contoh pentingnya integrasi antara lembaga PBB dan mekanisme legislatif. Ia menilai sinergi tersebut mampu mempercepat penyusunan regulasi darurat sekaligus meningkatkan efektivitas mobilisasi bantuan.

Dalam konteks tersebut, Indonesia mendorong PBB untuk lebih aktif memfasilitasi keterlibatan parlemen dalam memperkuat ketahanan bencana di masing-masing negara. Selain itu, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara PBB dan parlemen juga harus mencakup isu-isu kemanusiaan global yang mendesak, termasuk konflik di Gaza.

“Indonesia tidak akan berhenti mendesak PBB untuk mendukung resolusi gencatan senjata permanen dan penuh di Gaza,” tegasnya.

Sebagai penutup, Husein menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam mendorong reformasi PBB agar menjadi lembaga yang lebih inklusif dan demokratis.

“Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam mereformasi PBB agar menjadi lembaga yang lebih inklusif, demokratis dan menghargai peran sentral parlemen nasional dalam menjaga perdamaian serta kemakmuran dunia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *