Menag Nasaruddin Umar Motivasi Santriwati Pondok Tremas: Percaya Diri dan Siap Jadi Pemimpin

Menag membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak menjadi santri hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Agama. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil selama seseorang bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha.

Ikonkata-Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan motivasi kepada para santriwati dalam kegiatan silaturahmi di Pondok Tremas, Kamis (16/4/2026). Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, ia mengajak para santriwati untuk percaya diri, berani bercita-cita tinggi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Di hadapan para santriwati, Menag membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak menjadi santri hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Agama. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil selama seseorang bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha.

banner 970x250

“Saya dulu juga santri. Tidak ada yang mustahil kalau kalian sungguh-sungguh belajar dan terus berusaha. Hari ini saya berdiri di sini sebagai Menteri Agama, dan kalian pun bisa menjadi pemimpin besar di masa depan,” ujarnya.

Menag juga menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri, khususnya bagi santriwati. Ia mengingatkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Jangan pernah merasa lebih rendah dari laki-laki. Islam memuliakan perempuan. Kalian punya hak yang sama untuk sukses, memimpin, dan memberi manfaat bagi umat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ilmu, akhlak, dan ketakwaan. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi derajat perempuan.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Menag mengutip hadis Rasulullah SAW tentang kedudukan ibu yang dimuliakan hingga tiga kali dibanding ayah. Ia menilai, hal itu menunjukkan tingginya penghormatan Islam terhadap perempuan.

Menag juga menyoroti nilai kasih sayang, kelembutan, dan pengasihan sebagai sifat mulia yang perlu dijaga dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadaban.

Mengakhiri tausiyahnya, Menag mengajak seluruh hadirin membaca Surah Al-Fatihah yang dikhususkan untuk pendiri Pondok Tremas, KH Abdul Mannan. Doa bersama berlangsung khidmat dan penuh haru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *