Ikonkata-BPOM meluncurkan program 1000 UMKM PROAKTIF (Program Orang Tua Angkat Kolaboratif) sebagai langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor obat bahan alam (OBA) dan kosmetik agar lebih berdaya saing. Dalam kegiatan Kick-Off 1000 UMKM PROAKTIF yang digelar pada Kamis (12/3/2026), Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri kesehatan dan wellness yang kuat di Indonesia.
Menurut Taruna, Indonesia memiliki potensi besar di sektor tersebut karena didukung oleh kekayaan biodiversitas, pengetahuan tradisional, serta pasar domestik yang luas. “Kick-Off 1000 UMKM PROAKTIF menjadi langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong UMKM OBA dan kosmetik agar bangkit, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global,” ujar Taruna Ikrar.
Kick-off hari ini dilakukan oleh Kepala BPOM bersama jajaran, perwakilan industri, dan perwakilan UMKM, dilanjutkan dengan peluncuran virtual tour cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB) dan cara pembuatan kosmetik yang baik (CPKB). Selain itu, hari ini turut diluncurkan modul start-up OBA dan kosmetik, yang kemudian diserahkan secara simbolik oleh Kepala BPOM kepada perwakilan UMKM, yaitu Greenovasi Herbal Indonesia dan Madu Aswaja.
Taruna menjelaskan bahwa sektor OBA dan kosmetik memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mencapai 5,4% dan meningkat hingga 8% pada 2029. “BPOM tidak hanya berperan sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong pertumbuhan industri dan UMKM melalui regulasi yang adaptif serta layanan yang lebih cepat dan transparan,” lanjutnya.
Data BPOM menunjukkan, dalam 5 tahun terakhir UMKM di sektor kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 49%, sementara UMKM OBA tumbuh sekitar 7%. Angka ini menunjukkan potensi besar yang masih dapat terus dikembangkan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program Orang Tua Angkat (OTA), yang mempertemukan industri besar dengan UMKM untuk mempercepat transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas usaha.
Namun demikian, partisipasi industri dalam program OTA masih terbatas. Dari sekitar 160 industri obat tradisional, baru sekitar 14% yang terlibat dalam program pendampingan UMKM. Sementara itu, dari 145 industri besar di sektor kosmetik, partisipasinya baru sekitar 7%. Karena itu, BPOM mengajak lebih banyak pelaku industri OBA dan kosmetik untuk terlibat dalam mendampingi 1.000 UMKM melalui program PROAKTIF.
Melalui pengembangan program OTA menjadi PROAKTIF, kolaborasi tersebut diperluas dengan melibatkan pemerintah, industri, dan berbagai mitra strategis untuk mendampingi UMKM agar mampu naik kelas. “Momentum kick-off ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM Indonesia. Karena ketika UMKM maju, ekonomi Indonesia juga akan semakin kuat,” harap Taruna.
Sementara itu, perwakilan PT Pharmacia Herbal Verawaty menyampaikan bahwa partisipasinya dalam program pembinaan 1000 UMKM PROAKTIF didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan. “Motivasi kami mengikuti program ini adalah agar usaha kami bisa naik kelas dan bertanggung jawab menghasilkan produk yang berkualitas,” ujarnya.
Verawaty menambahkan, program tersebut telah membantu UMKM mulai dari proses legalisasi perusahaan, pemenuhan sertifikat CPOTB secara bertahap sesuai kemampuan usaha, hingga pendampingan untuk memperoleh NIE. Dengan dukungan tersebut, produk dapat dipasarkan secara legal sekaligus berkontribusi meminimalkan peredaran produk ilegal di pasaran, serta mendorong lebih banyak UMKM untuk mengikuti program serupa.
Pada kesempatan ini, BPOM juga menyerahkan sertifikat CPOTB Tahap 1 kepada UMKM anak angkat, yakni PT Rejeki Tujuh Alam sebagai anak angkat PT Bintang Toedjoe dan sertifikat Nomor Izin Edar (NIE) untuk PT Pharmacia Herbal sebagai anak angkat PT Royal Medicalink. Kick-off ini juga dirangkaikan dengan Talkshow “Collaborate to elevate: UMKM OBA dan Kosmetik Bangkit, Berdaya, Mendunia”.
Kepala BPOM menyatakan akan memberikan kemudahan dengan melibatkan perguruan tinggi dan industri agar program tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar. Taruna berharap UMKM dapat bangkit dan semakin berdaya, menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan mampu menembus pasar dunia.
“Sekawanan nuri mencari makan, mengepakkan sayap di atas begonia. Seribu UMKM kita kuatkan, meningkatkan kapasitas jadi kelas dunia,” tutupnya berpantun.









