Ikonkata– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palopo menggandeng Dinas Kesehtatan Pemda Luwu Timur melakukan pengawasan terhap sejumlah bahan pokok di Pasar Mangkutana Lutim, Senin (02/3/2026). Selain melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) cara ini juga dilakukan demi menjaga kualitas makanan dan minuman selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Menurut pula BPOM, sidak ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Bulan Ramadan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat. Menurutnya sidak yang dilakukan bersama dinas kesehatan Lutim bukan kali ini saja berlangsung tetapi sudah rutin dilakkan secara berkala khususnya terhadap peredaran obat dan makanan di pasar pasar.
“Kami melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan di pasar, toko, kios maupun ritel modern, termasuk pada produk yang kadaluarsa dan produk tidak memiliki izin edar,” Kata Kepaa Bidang SDK, Suhelmi saat menjelaskan kepada media.
“Untuk strategi pengawasannya sendiri tentu melalui penguatan lintas Organisasi Perangkat Daerah dengan melakukan pengawasan peredaran obat dan makanan di pasar” tambahnya.
Selama pemantauan nampak terlihat para petugas melakukan pemeriksaan secara ketat dan penuh pendalaman. Selain memeriksa barang, petugas juga memantau beberapa pedagang. Sebab jika ditemukan barang jualan yang telah kadaluarsa aja akan dilakukan pemusnahan.
“akan dilakukan pemusnahan sesuai dengan prosedur yang berlaku” tegasnya.
Sementara itu sejumlah pedagang mengaku menyambut baik atas sidak ini. Selain barang jualan mereka diperiksa dari segi kualitas dan mutu tentu juga akan bermanfaat bagi kelangsungan dagangan mereka di masa mendatang terutama dari sisi kesehatann pelanggan.
Pada kesempatan tersebut Suhelmi berharap melalui edukasi CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin dan Kadaluwarsa) ini bisa dterapkan oleh seluruh pemilik sarana distribusi obat dan makanan, sehingga dapat menjamin keamanan pangan dan mutu obat yang dijual.
“Pembeli juga diharapkan untuk selalu menjadi pembeli cerdas dengan menerapkan prinsip Cek KLIK dan melaporkan jika menemukan produk yang tidak layak dijual,” tandas Suhelmi.









