Sulbar Siapkan Lahan Untuk Sekolah Rakyat. Tahap Awal, Kemensos Sudah Siapkan 211 Titik

IkonkataID,MAMUJU-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menggelar rapat bersama dengan enam Bupati di Sulbar membahas pembangunan Sekolah Rakyat.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga. Rapat digelar Ruang Oval Kantor Gubernur Sulbar. Senin 24 Maret 2025.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka mengatakan, setiap Bupati telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar sebagai lokasi pembangunan sekolah dengan jenjang pendidikan SMP.

“Rapat dengan 6 bupati. Prinsipnya setiap bupati sudah menyiapkan lahan 5 hektar untuk membangun sekolah rakyat, tingkatannya adalah SMP, prioritas di tingkat Kabupaten,” jelas Gubernur Suhardi Duka

Gubernur SDK mengatakan, Pemprov Sulbar juga telah menyediakan sekitar lima hektare lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat setingkat SMA. Lebih lanjut Gubernur Suhardi Duka mengatakan, dalam waktu dekat, usulan proyek ini akan dikirim ke Kementerian Sosial di Jakarta agar mendapat dukungan penuh.

“Inilah upaya kita untuk memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat ini khusus bagi anak-anak terlantar dan kurang mampu. Mereka akan dibina secara boarding, dibiayai sepenuhnya, dan mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujar Suhardi Duka.

SDK sapaan akrab Suhardi Duka juga memastikan bahwa Sekolah Rakyat ini akan memberikan pendidikan terbaik bagi para siswa. “Pada akhirnya dia akan menjadi orang-orang terdidik dan punya kemampuan dan bisa memutuskan angka kemiskinan,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat 21 Maret 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan hingga saat ini sudah ada 211 titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dia menyebut, dari jumlah itu, 45 di antaranya sudah siap digunakan untuk menggelar Sekolah Rakyat tahap pertama. Hal ini Gus Ipul sampaikan usai menggelar rapat bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Merah Putih, Letkol Teddy Indra Wijaya di Kantor Kemensos.
“Per hari ini sudah ada 45 (titik) tahap pertama yang sudah siap membuka pendaftaran siswa,” kata Gus Ipul kepada wartawan. Adapun total 211 titik tersebut, 164 dinantaranya merupakan usulan dari berbagai pemerintah daerah yang terdiri dari 38 titik berupa bangunan dan 126 titik berupa tanah. Sedangkan 45 titik yang siap digunakan untuk tahap pertama pada Juli 2025 adalah aset milik Kemensos. Rinciannya, yakni 33 sentra, 6 balai, 4 IPWL, Poltekesos, dan Pusdiklatprof. Salah satunya berlokasi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi. Kemudian, ada juga dua titik yang diusulkan oleh perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *