Ikonkata-Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memperkuat pengawalan terhadap pelaksanaan program prioritas Presiden, khususnya Koperasi Merah Putih, dengan memastikan rantai pasok barang kebutuhan dan subsidi berjalan tanpa hambatan.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mendatangi kantor PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) di Jakarta, Senin (14/9/2026), untuk membahas sejumlah persoalan yang masih ditemukan di lapangan.
Salah satu perhatian utama adalah sistem supply chain sejumlah komoditas, seperti beras, minyak, gas, pupuk, dan gula.
KSP Cari Titik Hambatan
Dalam pertemuan tersebut, KSP mengidentifikasi berbagai kendala yang membuat distribusi barang subsidi belum berjalan optimal.
Dudung mengatakan, hambatan dalam rantai pasok perlu segera diurai agar distribusi tidak tersendat di tengah proses dan manfaat program dapat diterima masyarakat.
KSP akan mengoordinasikan Agrinas bersama kementerian/lembaga serta pihak terkait untuk mencari solusi terhadap berbagai bottleneck dalam sistem distribusi.
Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan program seperti Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh pembentukan kelembagaan, tetapi juga oleh kemampuan memastikan barang bergerak dari sumber hingga sampai kepada masyarakat.
Koperasi Harus Berjalan, Bukan Sekadar Dibentuk
Pengawalan KSP diarahkan agar program prioritas Presiden tidak berhenti pada pembangunan struktur atau pembentukan kelembagaan.
Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang bekerja secara nyata, termasuk dalam mendukung distribusi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, kelancaran rantai pasok menjadi salah satu kunci. Ketika distribusi beras, minyak, gas, pupuk, dan gula tersendat, tujuan program untuk memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok juga berpotensi terganggu.
KSP memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.









