Ikonkata-Aktivis pemuda Papua, Nelvis Manobi, menilai pendekatan yang mengedepankan dialog antara aparat keamanan dan masyarakat perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Pernyataan itu disampaikan Nelvis di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (16/7/2026). Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang profesional sehingga tercipta situasi yang aman bagi masyarakat.
Ia mengatakan, masyarakat Papua pada dasarnya menginginkan ruang hidup yang kondusif agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga berinteraksi sosial tanpa rasa khawatir.
Nelvis menilai kehadiran personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 tidak hanya terlihat dalam aspek pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi langsung dengan warga di lapangan. Ruang dialog tersebut, menurutnya, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang dihadapi.
“Ketika aparat hadir dan mau mendengar, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan harapan maupun persoalan yang mereka alami. Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan tindak pidana juga harus tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk berperan aktif menjaga lingkungan serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Menurutnya, terciptanya keamanan tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat dalam mencegah potensi gangguan di lingkungan sekitar.
Nelvis berharap situasi keamanan yang kondusif dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat beraktivitas secara normal dan pembangunan di Papua berlangsung tanpa hambatan.
Menurutnya, keseimbangan antara dialog yang inklusif dan penegakan hukum sesuai ketentuan menjadi salah satu prasyarat untuk membangun rasa aman serta memperkuat kepercayaan publik di Papua.









