Ikonkata-Gotong royong warga Kampung Enang-Enang menjaga akses tetap terbuka akhirnya berbuah kepastian. Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memastikan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akan diperkuat agar tetap dapat melayani mobilitas masyarakat.
Keputusan itu menjadi respons atas inisiatif masyarakat yang selama ini memperbaiki jembatan secara swadaya demi menjaga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari tetap berjalan.
Tokoh masyarakat Enang-Enang menyebut langkah cepat pemerintah memberi kepastian bagi warga yang menggantungkan aktivitasnya pada jembatan tersebut. Pertemuan antara masyarakat dan pemerintah menghasilkan komitmen untuk menjaga konektivitas kawasan, sembari menyiapkan solusi yang lebih permanen.
Pemerintah menetapkan tiga langkah penanganan yang akan berjalan secara bersamaan.
Tahap pertama adalah memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang sehingga tetap dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Langkah berikutnya ialah memperlebar dan mengaspal jalan alternatif Wer Lah hingga enam meter, disertai pembangunan dua jembatan permanen yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini. Proyek tersebut telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Sementara untuk jangka panjang, pemerintah merancang pembangunan jembatan bentang panjang sekitar 300 meter dengan nilai investasi sekitar Rp700 miliar. Proyek yang dijadwalkan mulai pada 2027 itu diproyeksikan selesai dalam tiga tahun dan diharapkan menjadi ikon baru kawasan Tanah Gayo.
Mendagri Tito Karnavian dalam kunjunganannya menyatakan pemerintah menegaskan seluruh tahapan pembangunan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengesampingkan aspek keselamatan. Semangat gotong royong warga yang menjaga akses tetap berfungsi juga mendapat apresiasi karena menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas kawasan sebelum penanganan permanen terealisasi.
Penanganan Jembatan Enang-Enang memperlihatkan upaya pemerintah tidak hanya memulihkan infrastruktur pascabencana, tetapi juga memastikan denyut ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat tetap berjalan melalui pembangunan yang bertahap dan berkelanjutan.









