Dari Ruang Redaksi ke Kabinet Gizi: Jejak Nanik Sudaryati Deyang Menuju Puncak BGN

tangan BGN, program pemenuhan gizi nasional dan Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda prioritas yang menyentuh jutaan masyarakat Indonesia.

Ikonkata-Tidak banyak tokoh yang menempuh perjalanan karier dari ruang redaksi media hingga memimpin lembaga strategis negara. Namun jalur itulah yang kini mengantarkan Nanik Sudaryati Deyang ke posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), setelah resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana.

Pengangkatan tersebut menempatkan Nanik di salah satu posisi paling penting dalam pemerintahan saat ini. Di tangan BGN, program pemenuhan gizi nasional dan Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu agenda prioritas yang menyentuh jutaan masyarakat Indonesia.

banner 970x250

Bagi publik media nasional, nama Nanik bukanlah wajah baru. Lahir pada 3 Januari 1968, ia mengawali karier profesionalnya di dunia jurnalistik. Lingkungan redaksi menjadi sekolah yang membentuk karakter kritis, ketelitian membaca persoalan publik, sekaligus kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.

Kariernya berkembang saat dipercaya mengawal Tabloid Bangkit yang berada di bawah jaringan Kompas Gramedia. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai isu sosial, ekonomi, dan kebijakan publik yang menjadi denyut kehidupan masyarakat Indonesia.

Kemampuan kepemimpinannya kemudian membawanya ke posisi strategis sebagai pimpinan di Kelompok Media Peluang (KMP). Di fase ini, Nanik tidak hanya berperan sebagai jurnalis, tetapi juga pengelola organisasi media yang dituntut memahami dinamika bisnis, komunikasi publik, dan pengambilan keputusan.

Namun perjalanan Nanik tidak berhenti di dunia media.

Namanya mulai menonjol dalam arena politik nasional saat bergabung dalam barisan pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Saat itu, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur, posisi yang menempatkannya di lingkaran strategis tim pemenangan.

Kepercayaan tersebut terus berlanjut hingga pemerintahan Prabowo terbentuk. Nanik kemudian mendapat sejumlah penugasan penting, mulai dari Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029 hingga Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) berdasarkan keputusan Menteri BUMN pada 2025.

Kini, dengan amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik memasuki babak yang berbeda. Jika sebelumnya ia bertugas mengawal informasi dan opini publik, kini ia berada di posisi pengambil kebijakan yang berhadapan langsung dengan tantangan pemenuhan gizi nasional.

Pengangkatannya juga menjadi cerminan semakin terbukanya ruang kepemimpinan nasional bagi figur dengan latar belakang non-birokrasi. Dari ruang redaksi, dunia politik, hingga korporasi negara, perjalanan Nanik menunjukkan bahwa pengalaman lintas sektor kini menjadi modal penting dalam mengelola agenda-agenda besar pemerintahan.

Tantangan yang menanti tentu tidak ringan. Namun bagi Nanik Sudaryati Deyang, perjalanan menuju kursi Kepala BGN tampaknya merupakan akumulasi dari pengalaman panjang yang telah ditempuh selama puluhan tahun di ruang publik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *