Ikonkata-Dewan Kesenian Jakarta resmi menuntaskan gelaran Cipta Art Award 2026 bertajuk “PRASRAVANA: Dari Benih ke Bentang”. Ajang seni rupa nasional itu melahirkan 12 nama perupa terpilih dari tiga kategori penghargaan, sekaligus menandai upaya memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia yang lebih inklusif, eksperimental, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua DKJ, Bambang Prihadi, mengatakan Cipta Art Award 2026 bukan sekadar kompetisi visual, melainkan ruang kuratorial yang dirancang untuk membangun infrastruktur kebudayaan yang berkelanjutan.
“Ajang apresiasi seni rupa ini dirancang untuk memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi munculnya praktik artistik baru yang relevan, kritis, dan eksperimental,” ujar Bambang dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, program ini diharapkan menjadi salah satu barometer perkembangan seni rupa Indonesia sekaligus ruang tumbuh generasi baru perupa nasional.
Mengusung istilah Sanskerta Prasravana yang berarti mata air atau sumber kehidupan, tema “Dari Benih ke Bentang” merefleksikan gagasan tentang pertumbuhan ide, praktik artistik, hingga lahirnya lanskap seni yang terus berkembang.
“Dalam konteks seni rupa, tema ini menjadi metafora bagi lahirnya gagasan, praktik artistik, hingga ekosistem yang terus bertumbuh dan berkelanjutan,” katanya.
Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Danny Yuwanda, menyebut Cipta Art Award menjadi ruang temu lintas generasi antara seniman, akademisi, komunitas, hingga publik luas.
Melalui mekanisme seleksi berbasis kuratorial yang transparan dan argumentatif, DKJ juga ingin memetakan arah perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia di level regional maupun global.
Dari proses seleksi tersebut, dewan juri yang terdiri dari Evelyn Huang, Asikin Hasan, dan Ilham Nurjadin menetapkan 20 finalis terbaik.
Sebanyak lima peserta dinobatkan sebagai pemenang kategori Cipta Wiyata, dua peserta meraih penghargaan Cipta Adiwarna, dan lima lainnya memenangkan kategori Cipta Nawasena.
“Cukup sulit memilih pemenang, karena banyak karya-karya segar yang dikirim oleh peserta,” ujar Danny.
Sementara itu, Evelyn Huang mengungkapkan proses penjurian berlangsung panjang karena adanya perbedaan pendekatan dalam membaca kualitas karya.
Menurutnya, sebagian juri menitikberatkan pada kekuatan visual dan penguasaan teknik, sementara lainnya lebih menyoroti keberanian eksplorasi gagasan artistik.
“Perdebatan semacam itu yang membuat sebenarnya proses penjurian ini menjadi sangat bermakna untuk program award seperti ini,” jelas Evelyn.
Anggota Komite Seni Rupa DKJ, Wina Luthfiyya Ipnayati, menegaskan penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi etalase bagi perupa muda di Jakarta, tetapi juga mampu menentukan arah perkembangan seni rupa Indonesia ke depan.
Seluruh karya finalis dipamerkan di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki pada 18–24 Mei 2026. Program ini didukung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta TIM dan turut dimeriahkan penampilan Swaramangun.
Daftar Pemenang Cipta Art Award 2026
Cipta Wiyata
- Ismayanti
- Karin Josephina Tani Tantiana
- Iqbal Devriyanto
- Ainur Kaheqsi
- Asmoadji
Cipta Adiwarna
- Maryo Pratama
- Krisnan Panca Nugroho
Cipta Nawasena
- Yosua Reydo Respat
- Bagus Sesar Eko Jaeinuri
- Dhanny Sanjaya
- Tahnia Ahista Nareswari
- Angela Sunaryo









