Ikonkata-Program Healthier Smile kembali diperkuat pada fase ke-8 dengan cakupan yang lebih luas dan pendekatan yang semakin komprehensif. Tak sekadar fokus pada kesehatan gigi, program ini kini mendorong perubahan perilaku hidup sehat anak melalui penguatan lingkungan sekolah.
Program Manager Robert Nufninu menegaskan bahwa fase terbaru ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan kebiasaan sehat di kalangan siswa.
“Melalui penguatan Usaha Kesehatan Sekolah, kami ingin memastikan promosi kesehatan dilakukan secara konsisten sehingga pola hidup sehat benar-benar menjadi kebiasaan anak-anak,” ujarnya dalam Kick Off Phase 8 di Malili, Rabu (29/4/2026).
Pendekatan ini mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan aspek WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) serta kepedulian lingkungan. Tujuannya, membentuk ekosistem sekolah yang tidak hanya sehat, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Sejalan dengan itu, District Coordinator Rina Zulwiyati mengungkapkan bahwa jangkauan program terus berkembang.
Dari sebelumnya 21 sekolah pada fase 7, kini meningkat menjadi 25 sekolah yang terdiri dari sekolah dasar, madrasah, hingga sekolah luar biasa. Perluasan ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dan kebutuhan terhadap program berbasis kesehatan preventif di lingkungan pendidikan.
Program Healthier Smile sendiri merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Save the Children, Mars Snacking Foundation, serta Celosia Marennu Indonesia. Sinergi ini menempatkan sekolah sebagai pusat perubahan perilaku hidup sehat anak sejak usia dini.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Bapperida Luwu Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan standar kesehatan anak-anak terpenuhi secara merata. Harapannya, ini menjadi gerakan nyata yang mengubah perilaku anak secara permanen,” jelasnya.
Kick off Phase 8 yang dirangkaikan dengan pembentukan working group ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama, OPD, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Luwu Timur menegaskan langkahnya dalam membangun generasi yang lebih sehat—dimulai dari senyum anak-anak di bangku sekolah. (Red)









