Ikonkata-Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pertemuan ASEAN Political-Security Community (APSC) Council ke-31 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Rapat ini bertujuan untuk mematangkan posisi strategis Indonesia menjelang pertemuan para menteri dalam rangkaian KTT ASEAN ke-48 yang akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada Mei mendatang.
Dipimpin oleh Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polkam, Andri P. Nugroho, pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kemlu, Kemhan, Kemkum, Mabes TNI, Mabes Polri, BNN, BNPT, dan BSSN. Sinergi lintas sektoral ini menjadi kunci untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga dalam pilar politik dan keamanan ASEAN.
Dalam rapat tersebut, Indonesia mengidentifikasi sejumlah isu prioritas yang akan dibawa ke meja perundingan APSC Council ke-31 pada 7 Mei 2026 dengan fokus utama mencakup pemberantasan Kejahatan Transnasional, Keamanan Maritim dan siber, dan menegaskan kembali pentingnya sentralitas dan soliditas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
“Indonesia tidak hanya hadir, tetapi membawa agenda konkret. Kita mendorong agar kerja sama keamanan siber dan keamanan maritim tidak lagi sekadar wacana, melainkan diimplementasikan dalam aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh negara anggota,” ujar Andri P. Nugroho
“ Dengan memanfaatkan momentum peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation (TAC), Indonesia menegaskan kembali pentingnya sentralitas dan soliditas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks”, tambahnya
Hasil Rakor ini akan difinalisasi menjadi posisi resmi dan pernyataan delegasi RI yang mencerminkan kepemimpinan aktif Indonesia di pilar Polkam. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kebijakan regional yang dihasilkan memberikan dampak positif langsung bagi stabilitas kawasan dan keamanan nasional.








