Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di tengah derasnya arus investasi, khususnya di sektor pertambangan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Sosialisasi dan Sinergi Dukungan Program Mandalish (Kursus Intensif Bahasa Mandarin dan Inggris) yang digelar di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (14/04/2026).
Program Mandalish merupakan inisiatif strategis pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker). Program ini menyasar generasi muda dari 128 desa dan 3 kelurahan di Luwu Timur, dengan tujuan membekali mereka kemampuan bahasa asing untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin global.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Mandarin, menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya investasi asing di wilayah tersebut.
“Dengan banyaknya perusahaan dan investasi yang masuk di Luwu Timur, kita membutuhkan SDM yang mampu berbahasa asing. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh anak-anak kita. Mereka tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini sejumlah investor asing masih membawa penerjemah dari luar daerah. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang yang belum dimaksimalkan oleh tenaga kerja lokal.
“Ada beberapa investor yang datang menemui saya dengan membawa penerjemah dari luar daerah. Ke depan, kita ingin anak-anak lokal yang mengambil peran itu, mendampingi tenaga kerja asing di daerah kita sendiri,” jelasnya.
Pentingnya penguasaan Bahasa Mandarin tidak lepas dari dominasi investasi perusahaan asing, khususnya dari Tiongkok, di sektor pertambangan nikel yang berkembang pesat di Luwu Timur dan wilayah sekitarnya. Kawasan industri tambang di Luwu Timur hingga Kolaka Utara yang berbatasan langsung, kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Sejumlah perusahaan tambang dan smelter di wilayah tersebut diketahui membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas bahasa, terutama Mandarin. Hal ini menjadi krusial mengingat banyaknya tenaga kerja dan manajemen asing yang terlibat dalam operasional industri tersebut.
Karena itu, Program Mandalish dipandang sebagai langkah tepat untuk menjembatani kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal. Selain membuka peluang kerja sebagai penerjemah, penguasaan bahasa asing juga memberi nilai tambah bagi tenaga kerja untuk menempati posisi strategis di perusahaan.
Bupati Irwan pun mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur, untuk turut berkolaborasi menyukseskan program ini.
Sementara itu, perwakilan perusahaan, Rahmaliah, menyampaikan dukungannya terhadap Program Mandalish dan mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam pengembangan SDM lokal.
“Kami sangat mendukung program ini dan berharap seluruh perusahaan dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan SDM lokal,” katanya.
Sebagai informasi, peserta yang lolos seleksi dalam Program Mandalish akan mendapatkan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah bersama perusahaan mitra yang terlibat dalam program tersebut. Program ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan industri global di daerahnya sendiri. (Red)









