Ikonkata– Wali Kota Palopo, Hj Naili Trisal bersama Wakil Wali Kota Akhmad Syarifudin kompak mengikuti setiap rangkaian peringatan Hari jadi Luwu yang di pusatkan di kota Palopo. Rangkaian kegiatan yang berkonsep budaya tersebut sudah mulai terasa sejak 19 Januari 2026. Rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 Tahun 2026 sendiri dilaksanakan di SalassaE Istana Kedatuan Luwu mulai Selasa 21 hingga 23 Januari 2026.
Di setiap rangkaian HPRL, selalu nampak Hj Naili dan Akhmad Syarifuddin yang kerap disapa Opu Ome hadir dalam balutan pakaian ada khas Luwu. Seperti saat menghadiri prosesi Tudang Ade’.
Tudang Ade’ dimaknai bukan sekadar seremoni adat, tapi sebagai forum strategis untuk merumuskan langkah bersama demi kesejahteraan masyarakat Tana Luwu ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri perangkat adat Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, para tokoh adat dan tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh wilayah Tana Luwu, dan Kabupaten Kolaka Utara, Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) se-Indonesia.
Plh Sekretaris Daerah Kota Palopo turut hadir mendampingi Wali Kota bersama dengan Ketua TP PKK kota Palopo serta sejumlah pimpinan perangkat daerah kota palopo.
Sejumlah agenda penting dibahas, diantaranya penguatan nilai budaya melalui pelestarian tradisi Maddararing sebagai landasan pengambilan keputusan adat di Tana Luwu, penguatan sinergi antarwilayah untuk mempererat silaturahmi antara Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Kota Palopo, wilayah tetangga seperti Kolaka Utara, serta refleksi sejarah untuk mengenang perjuangan Pahlawan Nasional Andi Jemma dan rakyat Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan pada peristiwa 23 Januari 1946.
Pada puncak peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 sendiri akan dilaksanakan prosesi Makkasawiang / Mabbalisumange dan Mappangolo Lise Rakki, yaitu menghadapkan isi rakki ke hadapan Datu Luwu oleh perwakilan daerah, dilanjutkan Mappasisele Lise Rakki sebagai simbol pertukaran dan kebersamaan dengan pemerintah daerah.
Selain itu rangkaian kegiatan yang lainnya yakni Manre Saperra, makan bersama di atas bentangan kain panjang sebagai simbol kesetaraan dan pelepasan nazar. Sebagai penutup, digelar Malam Puncak Peringatan HJL dan HPRL melalui Anugerah Budaya Luwu 2026 di halaman Istana Kedatuan Luwu.









