Maros Terima 11 Alsintan dari Kementan, Dukung Mekanisasi Pertanian

Tujuh combine harvester dan empat rotavator disalurkan untuk kelompok tani di enam kecamatan.

Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Maros menerima bantuan 11 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk mendukung aktivitas dan mekanisasi pertanian di daerah.

Bantuan tersebut terdiri dari tujuh unit combine harvester atau alat panen dan empat unit rotavator.

Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu petani mengelola lahan secara lebih efektif.

Ia meminta kelompok tani penerima memanfaatkan alsintan secara optimal agar penggunaannya dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok.

Bantuan tersebut disalurkan ke enam kecamatan, yakni Lau, Tanralili, Simbang, Tompobulu, Maros Baru, dan Bantimurung.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros mengatakan Kecamatan Lau mendapat alokasi terbanyak dengan empat unit alsintan.

“Jadi ada 11 unit. Tujuh unit kombain alat panen, kemudian empat unit rotavator,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan hasil usulan Pemkab Maros kepada Kementan. Pengajuan kemudian melalui proses verifikasi sebelum pemerintah pusat menetapkan penerima.

“Yang mengajukan permohonan, kemudian permohonan kita verifikasi dan diajukan ke kementerian. Sekarang ini baru 11 unit yang turun,” ujarnya.

Rinciannya, Kecamatan Lau mendapat empat unit, Tanralili satu unit, Simbang dua unit, Tompobulu satu unit, Maros Baru satu unit, dan Bantimurung dua unit.

Alsintan tersebut diberikan kepada kelompok tani dan bukan untuk digunakan secara pribadi oleh masing-masing petani.

“Jadi untuk kelompok tani. Kelompok penerima bantuan alsintan nantinya bisa memanfaatkan untuk kebutuhan seluruh anggotanya sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Penggunaan alat dapat diatur kelompok tani dengan menunjuk penanggung jawab. Alsintan juga dapat digunakan secara bergiliran oleh anggota sesuai kebutuhan.

Namun, pengelolaan alat membutuhkan biaya operasional dan perawatan. Karena itu, kelompok tani diminta menyiapkan mekanisme pembiayaan agar alsintan dapat digunakan secara berkelanjutan.

“Kalau tidak ada biaya operasionalnya tentu tidak bisa jalan. Alsintan itu butuh bensin dan perawatan,” katanya.

Kelompok tani dapat menerapkan pungutan kepada anggota untuk mendukung biaya operasional dan pemeliharaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkab Maros masih mengusulkan tambahan bantuan alsintan kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan mekanisasi pertanian di wilayah tersebut.

“Untuk saat ini baru 11 unit ini yang turun,” pungkasnya.

banner 336x280