Realisasi Pendapatan Barru Tertinggi di Sulsel, Tembus 73,17 Persen

Kemendagri mengapresiasi kinerja pengelolaan APBD Barru. Realisasi belanja juga berada di atas rata-rata nasional.

Ikonkata-Pemerintah Kabupaten Barru mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar 73,17 persen hingga 10 September 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara pemerintah daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan pada periode yang sama.

Persentase tersebut juga berada 13,43 poin persentase di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 59,74 persen.

Kabupaten Pangkep berada di posisi berikutnya dengan realisasi pendapatan 72,94 persen, disusul Kabupaten Sidrap sebesar 71,38 persen.

Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Opsen BBNKB se-Sulawesi Selatan di Hotel Mercure Makassar, Jumat (18/9/2026).

“Di tengah tantangan pengelolaan anggaran dan peningkatan pendapatan daerah, Kabupaten Barru menunjukkan kinerja optimal dengan realisasi pendapatan 73,17 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan,” kata Agus Fatoni.

Kinerja APBD Barru tidak hanya terlihat dari sisi pendapatan. Realisasi belanja daerah hingga 10 September 2026 juga tercatat 55,69 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada angka 48,73 persen.

Dengan demikian, realisasi belanja Barru berada sekitar 6,96 poin persentase di atas rata-rata nasional.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengapresiasi kinerja seluruh perangkat daerah dalam mengawal pelaksanaan APBD 2026.

Namun, ia mengingatkan agar capaian realisasi anggaran tidak berhenti pada pencapaian angka. Menurutnya, setiap belanja pemerintah harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri dan apresiasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana setiap anggaran yang dikelola pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Barru,” ujar Andi Ina.

Menurutnya, realisasi pendapatan dan belanja merupakan bagian dari upaya memastikan program pembangunan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memperkuat koordinasi dan mempercepat pelaksanaan program serta kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD 2026.

Andi Ina menegaskan, capaian realisasi anggaran harus tetap diikuti dengan kualitas pelaksanaan program dan hasil pembangunan.

“Kita harus menjaga momentum ini sampai akhir tahun. Jangan hanya mengejar realisasi, tetapi pastikan kualitas belanja dan hasil pembangunan tetap menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Capaian hingga pertengahan September tersebut menjadi gambaran kinerja pengelolaan keuangan daerah Barru sepanjang pelaksanaan APBD 2026.

Dengan tahun anggaran yang masih berjalan, Pemkab Barru terus mendorong percepatan program dan kegiatan dengan tetap memperhatikan efektivitas, kualitas, serta manfaat belanja bagi masyarakat.

banner 336x280