Krisis Air Makassar Meluas, Pemkot Distribusikan Air ke 175 Titik Setiap Hari

Sebanyak 3.802 KK atau 12.939 jiwa telah menerima bantuan air bersih. Pemkot Makassar mengerahkan BPBD, Damkarmat, DLH, PU, PDAM hingga PMI untuk menghadapi kemarau panjang.

Ikonkata-Krisis air bersih akibat kemarau panjang semakin meluas di Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar kini memperluas distribusi air bersih hingga 175 titik setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak bulan lalu dan akan terus diperkuat. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Perusda dilibatkan agar bantuan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

“Langkah-langkah strategis yang kita siapkan dan jalankan bagaimana siapkan air tangki ke lorong-lorong dan pasokan air bersih di permukiman warga. Ini sudah kita jalankan sejak bulan lalu, dan terus-menerus kita pasok air gratis untuk warga,” ujar Munafri, Rabu (9/9/2026).

Penanganan dipimpin BPBD dengan melibatkan Damkarmat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU, PDAM dan PMI. Armada mobil tangki dikerahkan langsung ke permukiman warga.

Berdasarkan data BPBD Makassar, sebanyak 49 rit distribusi air bersih telah dilakukan dengan penerima manfaat mencapai 3.802 KK atau 12.939 jiwa.

Jumlah titik distribusi yang sebelumnya sekitar 50 titik kini meningkat menjadi 175 titik setiap hari.

Warga Diminta Melapor

Munafri meminta masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih segera melapor melalui lurah atau kecamatan. Mekanisme tersebut diperlukan agar pemerintah dapat memetakan lokasi yang benar-benar mengalami krisis air dan menghindari distribusi yang tidak tepat sasaran.

“Kami berharap warga masyarakat yang membutuhkan air bersih melapor ke lurah masing-masing untuk memastikan di mana titik-titik yang akan diantarkan air,” katanya.

Munafri menegaskan bantuan pemerintah harus diprioritaskan bagi warga yang benar-benar terdampak.

“Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh Pemerintah Kota,” tegasnya.

Menurutnya, kekeringan kini dirasakan di hampir seluruh wilayah Makassar. Kondisi diperparah dengan menurunnya debit sejumlah sumber air baku.

Tak Hanya Andalkan Mobil Tangki

Pemkot Makassar tidak ingin penanganan krisis air hanya bergantung pada mobil tangki. Pemerintah mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih untuk kebutuhan jangka panjang.

Salah satunya melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Dinas PU telah membangun SPAM di 18 titik.

Munafri meminta camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM baru.

“Kalau di kecamatan membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur tersebut penting karena persoalan air bersih tidak cukup diselesaikan dengan distribusi tangki. Pemerintah membutuhkan sistem yang mampu menjamin ketersediaan air secara lebih berkelanjutan.

Kemarau Diperkirakan Berlangsung

Munafri juga meminta masyarakat bersiap menghadapi kemarau yang masih berlangsung. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan Pemkot, hujan diperkirakan mulai turun lebih signifikan sekitar akhir Oktober.

“Musim kemarau ini panjang. Menurut BMKG kira-kira bulan 10 akhir baru ada hujan,” katanya.

Selain langkah teknis, Pemkot Makassar sebelumnya juga melakukan salat istisqa di sejumlah lokasi sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang.

Untuk mempercepat laporan masyarakat, Pemkot menyediakan sejumlah kanal pengaduan, termasuk aplikasi Lontara+, hotline darurat 112 dan nomor layanan 08155112112.

Munafri menegaskan penanganan krisis air bersih merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem.

banner 336x280