Karhutla Meluas dari Barat hingga Timur Indonesia, Sejumlah Daerah Masih Siaga

BNPB mencatat kebakaran lahan terjadi di Aceh, Lampung, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara. Puluhan hektare lahan terbakar dan sejumlah titik masih dalam penanganan.

Ikonkata-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia, dari Aceh di bagian barat hingga Maluku Utara di kawasan timur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian tersebut dalam laporan penanganan bencana selama 24 jam, sejak Rabu (2/9) hingga Kamis (3/9) pukul 07.00 WIB.

banner 970x250

Karhutla tercatat terjadi di sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Sejumlah wilayah bahkan masih berstatus siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla.

Di Aceh, kebakaran terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat dan Aceh Tengah. Di Aceh Besar, sekitar dua hektare lahan di Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, terbakar pada Rabu (2/9). Api berhasil dipadamkan pada sore hari.

Sementara di Aceh Barat, kebakaran melanda tiga lokasi dengan total sekitar 6,5 hektare lahan terbakar. Penanganan dilakukan bersama oleh BPBD, TNI, Polri, KPH IV Aceh dan masyarakat.

Karhutla juga terjadi di Aceh Tengah dengan total sekitar tiga hektare lahan terbakar di Kampung Arul Gele dan Kampung Pedekok. Api berhasil dipadamkan pada Rabu malam.

Lampung hingga Jawa

Di Lampung, karhutla terjadi di Kabupaten Pringsewu dan Mesuji. Kebakaran di Pringsewu menghanguskan sekitar satu hektare lahan.

Sementara di Mesuji, kebakaran melanda lahan semi gambut sekitar 10 hektare. Api yang diduga berasal dari semak kering di kawasan Talang Batu kemudian menyebar hingga Desa Margo Jadi, Kecamatan Mesuji Timur.

Lampung sendiri masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 24 September.

Di Pulau Jawa, kebakaran tercatat di Kabupaten Semarang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah. Luas lahan yang terbakar masing-masing sekitar tiga hektare, 10 hektare dan dua hektare.

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Pacitan, Ponorogo dan Kota Batu. Di Kota Batu, kebakaran di kawasan dekat Pos 3 Pendakian Gunung Butak menghanguskan sekitar 15 hektare lahan.

Penanganan di lokasi melibatkan BPBD, Perhutani, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana dan relawan. Jalur pendakian Gunung Panderman, Butak dan Bokong juga ditutup sementara.

Pacitan dan Ponorogo saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Karhutla hingga 6 Oktober.

Kalimantan hingga Indonesia Timur

Di Kalimantan Timur, kebakaran terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Di Penajam Paser Utara, sekitar 17,49 hektare lahan terbakar di Kelurahan Sungai Parit dan Nipah-Nipah. Kondisi medan yang berupa gambut tipis dan semak menjadi salah satu kendala penanganan.

Sementara di Kutai Kartanegara, sekitar enam hektare lahan terbakar di Desa Muara Kembang, Kelurahan Dondang. Hingga Rabu (2/9), api masih belum sepenuhnya padam karena titik api berada di kawasan gambut yang sulit dijangkau.

Kutai Kartanegara berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap hingga 30 November.

Di Sulawesi Tenggara, karhutla melanda sekitar 10 hektare lahan di Desa Wambarema, Kabupaten Bombana. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kelalaian warga yang membuang puntung rokok sembarangan.

Sementara di Sulawesi Utara, kebakaran lahan terjadi di tiga wilayah Kabupaten Minahasa dengan total sekitar lima hektare lahan terbakar. Api berhasil dipadamkan setelah dilakukan penanganan bersama BPBD, Damkar dan masyarakat.

Memasuki wilayah timur Indonesia, karhutla terjadi di Kabupaten Kepulauan Taliabu dan Halmahera Timur, Maluku Utara.

Di Kepulauan Taliabu, sekitar lima hektare lahan kebun sayur warga Desa Kilong terbakar. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembersihan lahan menggunakan api yang kemudian tidak terkendali akibat angin kencang.

Sementara di Halmahera Timur, sekitar tiga hektare lahan di Desa Akedaga terbakar. Api berhasil dipadamkan pada Rabu malam, namun sisa asap di beberapa titik masih dipantau untuk mengantisipasi munculnya api baru.

TPA Putri Cempo Ikut Terbakar

Selain karhutla, kebakaran juga melanda tumpukan sampah di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB tersebut berdampak pada area sekitar 2,17 hektare. Hingga malam hari, proses pemadaman masih berlangsung dengan dukungan armada pemadam dan tangki dari sejumlah daerah.

BNPB mencatat tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian karhutla tersebut.

Namun, luas wilayah yang terbakar dan munculnya titik api di berbagai kawasan menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih tinggi, terutama di daerah yang tengah menghadapi kondisi kering.

BNPB mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta berhati-hati dalam mengelola sampah. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Masyarakat di wilayah yang berstatus siaga darurat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari BPBD setempat.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *