Ikonkata-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Kehadiran Prabowo menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Muktamar NU. Untuk pertama kalinya, seorang Presiden RI hadir dalam rangkaian pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU.
Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk pemenuhan janji Prabowo kepada Nahdlatul Ulama untuk menghadiri langsung penutupan Muktamar.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama yang diserahkan oleh Rais Aam PBNU.
64 Tahun Setelah Soekarno
Kehadiran Prabowo memiliki makna historis karena berlangsung 64 tahun setelah Presiden Soekarno menghadiri penutupan Muktamar NU pada masanya.
Kembali hadirnya Presiden RI dalam forum tertinggi NU tersebut mempertegas hubungan panjang antara Nahdlatul Ulama dengan perjalanan bangsa dan Republik Indonesia.
Di hadapan para ulama dan peserta Muktamar, Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, guyub, dan rukun.
Menurut Presiden, NU telah menunjukkan bahwa perbedaan dan kompetisi yang sehat dapat berjalan berdampingan dalam organisasi besar dengan puluhan juta anggota, ribuan pesantren, dan puluhan ribu kiai.
Muktamar, kata Prabowo, menjadi contoh bahwa dinamika organisasi dapat tetap berjalan dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan.
Ucapkan Selamat kepada Gus Kikin
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada KH Miftachul Akhyar yang dipercaya menjadi Rais Aam PBNU periode 2026–2031.
Kehadiran Presiden sekaligus menjadi bentuk penghormatan negara terhadap peran ulama dan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama, serta turut mengawal perjalanan Republik Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa negara, bangsa, dan umat menantikan darma bakti Nahdlatul Ulama bagi Indonesia pada masa mendatang.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa NU tidak hanya memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan dan kehidupan kebangsaan.
Ditutup dengan Pemukulan Kentongan
Rangkaian Muktamar ke-35 NU kemudian ditutup dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo.
Pemukulan kentongan menjadi simbol berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar sekaligus membawa pesan agar semangat guyub, rukun, dan pengabdian terus menjadi kekuatan NU dalam perjalanan bangsa.
Dari Tambakberas, Muktamar ke-35 NU meninggalkan catatan penting: perbedaan dapat dikelola dalam persaudaraan, sementara pengabdian kepada umat dan bangsa tetap menjadi titik temu.
Kehadiran Prabowo dalam pembukaan hingga penutupan Muktamar pun menjadi bagian dari catatan sejarah panjang hubungan NU dan negara.









